PM Pakistan kepada India: Kami Siap untuk Perang dan Damai, Kesombonganmu Jadi Debu!
Kamis, 15 Mei 2025 - 09:30 WIB
loading...
PM Pakistan Mian Muhammad Shehbaz Sharif menyatakan terserah India untuk memilih perang atau damai. Foto/Geo TV
A
A
A
ISLAMABAD - Perdana Menteri (PM) Pakistan Mian Muhammad Shehbaz Sharif mengatakan terserah India untuk memilih perang atau damai. Menurutnya, pukulan telak Islamabad telah mengubah kesombongan New Delhi menjadi debu.
“Kami siap untuk perang dan damai. Pilihan ada di tangan Anda,” katanya dalam pernyataan yang ditujukan kepada India, seperti dikutip dari surat kabar Dawn, Kamis (15/5/2025).
PM Shehbaz juga memperingatkan India agar tidak menghentikan aliran air setelah menangguhkan Perjanjian Air Indus.
“Jika Anda menghentikan air kami, maka itu adalah garis merah. Air adalah hak kami. Kekuatan yang berani dan gagah akan berjuang untuk hak kami,” katanya.
Baca Juga: Inilah 9 Rudal Nuklir Pakistan yang Dapat Lenyapkan India
Dia mengatakan masalah Kashmir harus diselesaikan sesuai dengan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kemudian pembicaraan akan diadakan tentang perdagangan. Menurutnya, pembicaraan perdagangan tidak dapat dilakukan secara terpisah tetapi melalui dialog yang komprehensif.
Pemimpin Pakistan itu telah menyerukan penyelidikan lengkap dan parsial terhadap serangan teror di Pahalgam yang menewaskan 26 turis Hindu pada 22 April 2025 dan setuju untuk bekerja sama sepenuhnya, tetapi India menanggapi dengan menyerang di kegelapan malam dan pada akhirnya menerima balasan yang pantas.
“Kami siap untuk perang dan damai. Pilihan ada di tangan Anda,” katanya dalam pernyataan yang ditujukan kepada India, seperti dikutip dari surat kabar Dawn, Kamis (15/5/2025).
PM Shehbaz juga memperingatkan India agar tidak menghentikan aliran air setelah menangguhkan Perjanjian Air Indus.
“Jika Anda menghentikan air kami, maka itu adalah garis merah. Air adalah hak kami. Kekuatan yang berani dan gagah akan berjuang untuk hak kami,” katanya.
Baca Juga: Inilah 9 Rudal Nuklir Pakistan yang Dapat Lenyapkan India
Dia mengatakan masalah Kashmir harus diselesaikan sesuai dengan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kemudian pembicaraan akan diadakan tentang perdagangan. Menurutnya, pembicaraan perdagangan tidak dapat dilakukan secara terpisah tetapi melalui dialog yang komprehensif.
Pemimpin Pakistan itu telah menyerukan penyelidikan lengkap dan parsial terhadap serangan teror di Pahalgam yang menewaskan 26 turis Hindu pada 22 April 2025 dan setuju untuk bekerja sama sepenuhnya, tetapi India menanggapi dengan menyerang di kegelapan malam dan pada akhirnya menerima balasan yang pantas.
Lihat Juga :