Kapal Induk Nuklir Harry S Truman Amerika Tabrakan dengan Kapal Kargo di Mediterania

Jum'at, 14 Februari 2025 - 07:12 WIB
loading...
Kapal Induk Nuklir Harry...
Kapal induk bertenaga nuklir USS Harry S Truman milik Amerika Serikat. Kapal ini telah tabrakan dengan kapal kargo di Laut Mediterania. Foto/US Navy/MC2 Matthew Nass
A A A
TEL AVIV - Kapal induk bertenaga nuklir USS Harry S Truman Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah bertabrakan dengan sebuah kapalkargo di Laut Mediterania pada Rabu malam.

Angkatan Laut AS pada Kamis waktu Washington mengumumkan insiden tersebut.

"Kapal induk kelas Nimitz USS Harry S Truman (CVN 75) terlibat tabrakan dengan kapal dagang Besiktas-M sekitar pukul 23.46 waktu setempat, 12 Februari, saat beroperasi di sekitar Port Said, Mesir, di Laut Mediterania," bunyi pernyataan Armada Keenam Angkatan Laut AS, yang dilansir ABC, Jumat (14/2/2025).

Baca Juga: Houthi Klaim Serang Kapal Induk Nuklir AS dengan Rudal Jelajah

Seorang pejabat AS mengonfirmasi tabrakan terjadi saat kapal induk tersebut berada di lepas pantai Port Said sambil menunggu untuk memasuki Terusan Suez untuk transit kembali ke Laut Merah.

Kapal induk nuklir seberat 100.000 ton itu bertabrakan dengan kapalkargo Besiktas-M seberat 53.000 ton yang mengibarkan bendera Panama.

Tidak ada laporan korban luka, juga tidak ada banjir, di atas kapal induk yang membawa 5.000 awak kapal, dan insiden itu sedang diselidiki.

Pejabat AS lainnya mengatakan kerusakan pada kapal induk AS itu berada di atas garis air dan tidak jelas apa dampaknya terhadap operasi kapal induk itu.

Sedangkan kapal Besiktas-M mengalami kerusakan, tetapi tidak terlalu parah, dan menggunakan propulsi sendiri. Tidak ada yang terluka di antara awak kapal.

Juru bicara Armada Keenam AS Komandan Timothy Gorman juga mengonfirmasi insiden itu dalam sebuah pernyataan.

"Tabrakan itu tidak membahayakan USS Harry S Truman (CVN 75) karena tidak ada laporan tentang banjir atau cedera. Sistem propulsi tidak terpengaruh dan dalam kondisi aman dan stabil," katanya, seraya menambahkan bahwa insiden itu sedang diselidiki.

USS Harry S Truman ditenagai oleh dua reaktor nuklir dan empat sistem propulsi, dan pernyataan Armada Keenam mengatakan bahwa sistem propulsi.

Kapal induk dan kelompok penyerangnya telah beroperasi di Laut Merah sejak pertengahan Desember sebagai bagian dari misi untuk menggagalkan serangan kelompok Houthi Yaman terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi jalur air vital tersebut.

Kapal induk tersebut telah tiba di pangkalan Angkatan Laut di Kreta pada awal minggu ini, sebuah kesempatan langka bagi kelompok penyerang kapal itu yang telah melakukan operasi terus-menerus, meskipun kecepatannya telah menurun karena gencatan senjata Israel dengan Hamas mulai berlaku pada pertengahan Januari.

Houthi mengeklaim serangan mereka terhadap pengiriman dilakukan untuk mendukung Hamas.

Amerika Serikat selama ini mengerahkan kapal induk—kapal perang besar yang diawaki oleh ribuan pelaut dan yang membawa puluhan pesawat—di berbagai wilayah di seluruh dunia.

Pada bulan Desember, dua pilot Angkatan Laut AS berhasil melontarkan diri dengan selamat setelah pesawat tempur F/A-18 yang mereka terbangkan dari USS Harry S Truman secara keliru ditembak jatuh di atas Laut Merah oleh kapal penjelajah rudal berpemandu AS.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved