Kelompok Anti-Islam Supremasi Asia Timur Berkembang Luas di Singapura

Senin, 10 Februari 2025 - 15:25 WIB
loading...
A A A
Ia percaya bahwa kekerasan diperlukan untuk mencegah mayoritas China di Singapura tergusur oleh apa yang ia anggap sebagai populasi Melayu yang berkembang pesat.

Lee membayangkan memulai "perang ras" antara China dan Melayu di Singapura, dengan membuat propaganda anti-Melayu dan anti-Muslim untuk diposting daring, dengan harapan dapat menciptakan permusuhan antara kedua ras tersebut.

Ia memulai akun media sosial pada akhir tahun 2024 untuk menghasut orang lain agar melakukan serangan terhadap orang Melayu dan Muslim. Akun ini digunakan untuk memposting ulang video ekstremis sayap kanan, dan ia mengunggah sekitar 20 video buatannya sendiri yang mengagungkan teroris sayap kanan dan berisi retorika anti-Melayu dan anti-Muslim.

Keluarga, guru, dan teman sekolah Lee tidak menyadari radikalisasinya dan tidak ada indikasi bahwa ia mencoba memengaruhi mereka dengan pandangan ekstremisnya yang kejam, kata ISD. Rencana serangannya bersifat aspiratif tanpa batas waktu yang ditetapkan dan penyelidikan terhadap kontak daringnya tidak menemukan ancaman yang akan segera terjadi terhadap Singapura.

"Ekstremisme sayap kanan merupakan masalah keamanan yang berkembang secara global, dan Singapura tidak kebal terhadap ancaman ini," kata ISD.

Meskipun gerakan tersebut sering dikaitkan dengan supremasi kulit putih, pesannya yang lebih luas tentang chauvinisme etnoreligius, rasisme, dan xenofobia dapat menarik perhatian orang non-kulit putih.

"ISD akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun di Singapura yang mendukung, mempromosikan, melakukan, atau membuat persiapan untuk melakukan kekerasan bersenjata, terlepas dari bagaimana mereka merasionalisasi kekerasan tersebut secara ideologis atau di mana kekerasan itu terjadi," katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Meski Fokus Perang Iran,...
Meski Fokus Perang Iran, AS Tak Akan Berpaling dari Asia Pasifik
Menhan AS Tegaskan Tak...
Menhan AS Tegaskan Tak akan Lagi Subsidi Negara-negara Kaya
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
AS Tak Akan Usik Program...
AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan
Rekomendasi
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved