Mengapa Warga Muslim Tidak Memiliki Masa Depan Hidup di Israel?

Selasa, 11 Februari 2025 - 04:50 WIB
loading...
A A A
Pada saat yang sama, Israel telah melanjutkan aksi perampasan tanahnya di Tepi Barat yang diduduki dan Dataran Tinggi Golan dengan membangun pemukiman Yahudi baru di wilayah Palestina dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya.

Sebelumnya, otoritas Israel harus menjalankan setiap perintah pembongkaran rumah Badui di wilayah Negev Israel melalui pengadilan – sebuah proses yang sering kali menghasilkan banding dan sidang, yang memberi penduduk desa kesempatan untuk melawan penyitaan tanah.

Namun, berdasarkan Undang-Undang Kaminitz yang diberlakukan pada tahun 2017, pemerintah sering kali mengeluarkan perintah pembongkaran tanpa melalui sistem peradilan setidaknya pada tahap awal.

Yang membuat Al-Ghanami sedih adalah kenyataan bahwa ia harus merobohkan rumahnya sendiri dalam waktu singkat. Jika tidak, otoritas Israel akan mendatangkan buldoser untuk merobohkan bangunan itu dan kemudian menagihnya ribuan dolar untuk biaya.

Sejak Juni 2024, keluarganya telah tinggal di tenda di sebidang tanah yang sama di desa Umm Matnan yang 'tidak dikenal', tempat rumahnya berdiri selama beberapa dekade.

"Otoritas Israel berencana membangun pertanian untuk orang Yahudi di tanah kami. Saya masih menyimpan salinan peta yang menunjukkan rumah ayah saya pada tahun 1980-an. Ia tinggal di sini, begitu pula kakek saya, di sebidang tanah yang sama,” katanya.

3. Gaya Hidup Badui Makin Punah

Saat ini, sekitar 325.000 warga Badui Israel tinggal di Negev. Komunitas Badui sebagian besar hidup terisolasi dari masyarakat Israel karena mereka berjuang melawan penghapusan terus-menerus cara hidup tradisional mereka.

Dua dari tiga warga Badui di Negev hidup dalam kemiskinan, angka yang tiga kali lebih tinggi daripada populasi umum Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Bawa Pikap Ayahnya,...
Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang
Momen Pelatih Mesir...
Momen Pelatih Mesir Bentangkan Bendera Palestina Setelah Menang atas Australia di Piala Dunia
Rekomendasi
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
Warga Israel Tidak Percaya...
Warga Israel Tidak Percaya Hizbullah Dikalahkan Tentara Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved