Mengapa Warga Muslim Tidak Memiliki Masa Depan Hidup di Israel?

Selasa, 11 Februari 2025 - 04:50 WIB
loading...
A A A
Akses mereka ke layanan negara dan sistem peradilan tetap terbatas karena mereka menghadapi pembatasan mobilitas, pemindahan paksa, penyitaan tanah, penolakan izin bangunan, dan kurangnya penegakan hukum secara umum dalam menanggapi kekerasan pemukim, menurut Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

4. Dipaksa Tunduk pada Keinginan Israel

Populasi Badui saat ini tinggal di tiga jenis perumahan. Sekitar 200.000 orang tinggal di tujuh kotapraja yang dibangun oleh pemerintah antara tahun 1969 dan 1989 khusus untuk memindahkan masyarakat dari tanah leluhur mereka.

35.000 orang Badui lainnya tinggal di 11 desa yang ‘diakui’ oleh pemerintah pasca-1999 setelah perjuangan hukum selama puluhan tahun yang dilakukan oleh masyarakat. Namun, orang-orang di desa-desa yang disebut diakui ini terus menghadapi pembongkaran rumah sambil berjuang untuk mendapatkan izin bangunan yang sangat mendasar.

Sebagian besar penduduk di desa-desa yang 'diakui' ini terus hidup tanpa infrastruktur yang memadai seperti air minum, listrik, pembuangan limbah, dan jalan.

Namun, kondisi terburuk dihadapi oleh sekitar 90.000 orang Badui yang tinggal di 37 desa yang 'tidak diakui' di Negev.

5. Tidak Diakusi sebagai Bagian dari Israel

Peta resmi Israel tidak mengakui keberadaan mereka, meskipun banyak desa yang berdiri sebelum Undang-Undang Perencanaan dan Konstruksi tahun 1965 yang mengkategorikan mereka sebagai ilegal.

Marwan Abu Frieh, seorang pengacara untuk organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Haifa, Adalah, mengatakan kepada TRT World bahwa otoritas Israel menghancurkan sebanyak 3.280 rumah di desa-desa yang 'tidak diakui'.

"Saya pikir jumlah pembongkaran rumah (untuk tahun 2024) akan lebih dari 7.000."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Iran Berduka! Trump...
Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei
Rekomendasi
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
Warga Israel Tidak Percaya...
Warga Israel Tidak Percaya Hizbullah Dikalahkan Tentara Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved