5 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Dimakzulkan, dari Ancaman Pembunuhan hingga Skandal Korupsi

Kamis, 06 Februari 2025 - 13:50 WIB
loading...
5 Alasan Wapres Filipina...
Wapres Filipina Sara Duterte dimakzulkan parlemen karena memiliki banyak kasus. Foto/X/@ANCALERTS
A A A
MANILA - Wakil presiden Filipina Sara Duterte dimakzulkan atas berbagai tuduhan yang mencakup rencana untuk membunuh presiden, korupsi skala besar, dan gagal mengecam keras tindakan agresif Chinaterhadap pasukan Filipina di Laut Cina Selatan yang disengketakan.

Setidaknya 215 legislator di majelis rendah menandatangani pengaduan tersebut, jauh lebih banyak dari jumlah yang dibutuhkan untuk segera mengirim petisi ke Senat, yang akan berfungsi sebagai pengadilan untuk mengadili wakil presiden, kata sekretaris jenderal DPR Reginald Velasco dalam rapat pleno DPR dalam sidang terakhir badan tersebut sebelum reses empat bulan.

Duterte maju bersama Marcos pada tahun 2022 dengan seruan kampanye persatuan di negara Asia Tenggara yang sangat terpecah belah. Keduanya adalah keturunan orang-orang kuat yang dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia, tetapi basis dukungan regional mereka yang kuat bersatu untuk memberi mereka kemenangan telak.

Marcos adalah putra dan senama dari mendiang diktator yang digulingkan dalam pemberontakan pro-demokrasi tahun 1986. Ayah wakil presiden dan pendahulu Marcos, Duterte, memimpin tindakan keras anti-narkoba yang mematikan yang sedang diselidiki oleh pengadilan pidana internasional sebagai kemungkinan kejahatan terhadap kemanusiaan.

5 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Dimakzulkan, dari Ancaman Pembunuhan hingga Skandal Korupsi

1. Konflik Dinasti Politik Duterte Vs Marcos

Langkah yang diambil oleh legislator di DPR, banyak dari mereka adalah sekutu Presiden Ferdinand Marcos Jr, memperdalam keretakan politik yang pahit antara dua pemimpin tertinggi dari salah satu negara demokrasi paling riuh di Asia.

Marcos telah meningkatkan hubungan pertahanan dengan sekutu perjanjian negaranya, AS, sementara ayah wakil presiden, mantan presiden Rodrigo Duterte, memelihara hubungan yang baik dengan China dan Rusia selama masa jabatannya yang penuh badai yang berakhir pada tahun 2022.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
Sidang Pemakzulan Digelar,...
Sidang Pemakzulan Digelar, Nasib Wakil Presiden di Ujung Tanduk
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Tegaskan Pelimpahan...
Tegaskan Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri Sah, Jamwas Kejagung: Pernah Dilakukan di Perkara Asabri
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Suguhkan Persaingan Tim Sepak Bola Paling Bergengsi di Asia Tenggara
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
Berita Terkini
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved