Pangeran Arab Saudi Ini Berani Melawan Rencana Trump Caplok Gaza, Menyebutnya Pembersihan Etnis

Kamis, 06 Februari 2025 - 09:35 WIB
loading...
Pangeran Arab Saudi...
Pangeran senior Kerajaan Arab Saudi, Turki al-Faisal, dengan lantang menentang rencana Presiden AS Donald Trump mengambil alih Jalur Gaza, Palestina. Foto/Arab News
A A A
RIYADH - Pangeran senior Kerajaan Arab Saudi, Turki al-Faisal, dengan lantang menentang rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengambil alih Jalur Gaza, Palestina.

Pangeran Turki al-Faisal, yang merupakan mantan kepala mata-mata Arab Saudi, menyebut rencana itu sebagai bentuk pembersihan etnis.

"Apa yang keluar dari Trump tidak dapat dicerna. Saya dengan hormat menolak untuk menambahkan lebih banyak komentar yang tidak sopan terhadap itu, tetapi adalah fantasi untuk berpikir bahwa pembersihan etnis di abad ke-21 dapat dimaafkan oleh komunitas dunia yang tidak menanggapinya," kata Pangeran Turki kepada CNN, yang dilansir Kamis (6/2/2025).

Baca Juga: Netanyahu dan Trump Yakin Normalisasi dengan Arab Saudi Segera Terwujud, Riyadh Ajukan 1 Syarat

Selama konferensi pers pada Selasa malam dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump mengatakan Gaza adalah lokasi pembongkaran dan warga Palestina yang tinggal di sana harus dikirim ke berbagai negara agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Dia juga mengisyaratkan bahwa pasukan AS dapat dikerahkan jika diperlukan.

Netanyahu dan pemerintahannya menyambut baik rencana Trump, yang dengan cepat dikutuk oleh masyarakat internasional, termasuk Arab Saudi dan seluruh dunia Arab.

Pangeran Turki al-Faisal, yang sebelumnya juga merupakan duta besar Arab Saudi untuk AS, mengatakan masalah di Palestina bukanlah warga Palestina. "Ini adalah pendudukan Israel, dan ini telah jelas dan dipahami oleh semua orang," katanya.

Sementara AS dan Israel telah menyatakan harapan mereka untuk normalisasi antara Arab Saudi dan Israel, Riyadh telah berulang kali menekankan posisinya: tidak akan ada hubungan seperti itu tanpa negara Palestina yang didasarkan pada perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

AS telah mengadopsi posisi yang sama selama beberapa dekade. “Semua hal ini merupakan kebijakan Amerika hingga kata-kata terakhir yang dipilih Trump untuk digunakan dalam mengklaim bahwa dia ingin memperbaiki keadaan padahal sebenarnya hal itu akan mengubah keadaan menjadi lebih banyak konflik dan pertumpahan darah,” kata Pangeran Turki al-Faisal.

Trump mengatakan bahwa dia bersedia mengunjungi Riyadh untuk salah satu perjalanan luar negeri pertamanya jika kerajaan tersebut menginvestasikan sejumlah uang di AS.

Arab Saudi menjanjikan jumlah yang lebih tinggi dari yang diinginkan presiden AS.

“Jika dia benar-benar datang [ke Arab Saudi], dia akan mendapat teguran dari para pemimpin di sini tentang ketidakbijaksanaan dari apa yang dia usulkan dan kelaliman dan ketidakadilan nyata yang benar-benar ditandai dan sepenuhnya ditempatkan dalam usulan pembersihan etnis ini tidak hanya dari Gaza tetapi juga apa yang terjadi di Tepi Barat,” kata Pangeran Turki al-Faisal.

Pangeran senior tersebut juga mengecam Itamar Ben-Gvir, yang menjabat sebagai menteri keamanan nasional Israel hingga kesepakatan gencatan senjata Gaza tercapai, sebagai “pembersih etnis terhebat di Palestina.”

“Dia telah [menyarankan pemindahan warga Palestina dari Gaza] selama dua setengah tahun terakhir dan sekarang dia membenarkan apa yang dia katakan dengan kata-kata presiden Amerika. Itu tidak dapat diterima,” paparnya.

Setelah komentar Trump, Ben Gvir memposting di X: “Donald, ini tampak seperti awal dari persahabatan yang indah.”

Ketika ditanya apa yang akan terjadi selanjutnya, Pangeran Turki al-Faisal mengantisipasi tindakan kolektif dari dunia Arab dan Muslim, bersama Eropa dan negara-negara lain yang percaya pada solusi dua negara, untuk menuju PBB.

Meskipun dia mengatakan hak veto AS di PBB kemungkinan tidak akan memungkinkan resolusi apa pun untuk disahkan. “Meskipun demikian, itu akan menunjukkan bahwa dunia menentang rencana pembersihan etnis gila yang diusulkan presiden Amerika ini,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved