5 Negara Musuh Israel yang Sekarang Memilih Berdamai
Rabu, 05 Februari 2025 - 14:45 WIB
loading...
Uni Emirat Arab menjalin normalisasi hubungan dengan Israel. Foto/tasnim
A
A
A
KAIRO - Sejumlah negara musuh Israel yang sekarang memilih berdamai atau setidaknya menjalin hubungan diplomatik menarik diketahui. Salah satunya Mesir yang pernah memerangi Tel Aviv selama beberapa waktu di masa lampau.
Israel mendeklarasikan kemerdekaan pada 1948. Awal keberadaannya waktu itu menyulut kemarahan negara-negara Arab yang berada di sekitarnya.
Seiring berjalannya waktu, negara-negara yang awalnya menjadi musuh Israel berangsur-angsur memperbaiki hubungan.
Alasannya beragam, dari keamanan negara dan perbatasan hingga kerjasama di berbagai sektor yang dirasa menguntungkan.
Negara Musuh Israel yang Sekarang Memilih Berdamai
Mesir memiliki riwayat permusuhan dengan dengan Israel. Kairo pernah menjadi bagian koalisi negara Arab yang menyatakan perang atas deklarasi kemerdekaan Israel pada 1948.
Mesir setidaknya terlibat dalam empat edisi perang melawan Israel. Di antaranya Perang Arab-Israel (1948), Krisis Suez (1956), Perang Enam Hari (1967), dan Perang Yom Kippur (1973).
Pada hasil perang, Mesir dan koalisi negara Arab lebih sering kalah. Hal tersebut bahkan sempat membuat kerugian besar bagi kubu Kairo.
Melihat konflik yang tak berujung, Mesir sepakat menandatangani perjanjian damai dengan Israel melalui Perjanjian Camp David pada 1978.
Pada akhirnya, kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat itu menormalkan hubungan antara Mesir dan Israel.
Tak hanya itu, Mesir juga tercatat menjadi salah satu negara Arab pertama yang mengakui kemerdekaan Israel.
Yordania dulu juga punya kebijakan anti-Zionis dan menentang pendirian negara Israel. Mereka juga beberapa kali masuk koalisi negara Arab, termasuk dalam Perang Enam Hari di tahun 1967.
Setelah berlarut-larut dalam permusuhan, Yordania mulai melunak. Melihat beberapa negara Arab yang membuka hubungan dengan Israel, Amman mengikuti jalan mereka.
Pada 1994, Yordania menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Kesepakatan ini dikenal sebagai Perjanjian Wadi Araba.
Hubungan tersebut masih terjalin sampai sekarang. Beberapa waktu lalu, Yordania bahkan dikecam lantaran ikut membantu Israel menghalau serangan rudal dari Iran.
Berikutnya ada Uni Emirat Arab. Berawal dari musuh, Abu Dhabi mengikuti jejak Mesir dan Yordania yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.
Pada 2020, Menteri Luar Negeri UEA, Bahrain, dan PM Israel Benjamin Netanyahu menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik. Perjanjian ini dikenal sebagai Abraham Accords atau Kesepakatan Abraham.
Dampak normalisasi hubungan UEA dan Israel beragam. Selain kecaman dari negara Muslim lain, di sisi Abu Dhabi, mereka juga menikmati kemajuan kerja sama di bidang ekonomi serta perdagangan.
Hubungan Israel dan Bahrain juga sempat dimulai dengan permusuhan. Setelah merdeka pada tahun 1971, Manamah ikut andil dalam boikot yang dilakukan Liga Arab untuk Israel.
Kondisi di antara kedua negara berubah seiring waktu. Berawal dari Bahrain yang menghentikan boikot atas Israel, mereka kemudian menemui kesepakatan untuk berdamai.
Normalisasi Bahrain-Israel juga menjadi bagian dari Abraham Accords yang ditandatangani pada 2020. Beberapa dampaknya meliputi kemajuan hubungan ekonomi, meski ada penolakan dari sebagian rakyat Bahrain.
Kemudian, ada Maroko. Dulunya, mereka pernah mengirim pasukan untuk melawan Israel selama perang Arab-Israel.
Namun, Maroko kemudian mulai membuka hubungan dengan Israel. Pemulihan hubungan diplomatik dengan Tel Aviv berlangsung pada 2020 sebagai bagian dari Abraham Accords, dengan imbalan pengakuan AS terhadap Sahara Barat sebagai wilayah Maroko.
Itulah beberapa negara musuh Israel yang sekarang memilih berdamai atau sekadar menjalin hubungan diplomatik.
Baca juga: Trump Temui Netanyahu, Tegaskan AS akan Menguasai Gaza dan Meratakannya
Israel mendeklarasikan kemerdekaan pada 1948. Awal keberadaannya waktu itu menyulut kemarahan negara-negara Arab yang berada di sekitarnya.
Seiring berjalannya waktu, negara-negara yang awalnya menjadi musuh Israel berangsur-angsur memperbaiki hubungan.
Alasannya beragam, dari keamanan negara dan perbatasan hingga kerjasama di berbagai sektor yang dirasa menguntungkan.
Negara Musuh Israel yang Sekarang Memilih Berdamai
1. Mesir
Mesir memiliki riwayat permusuhan dengan dengan Israel. Kairo pernah menjadi bagian koalisi negara Arab yang menyatakan perang atas deklarasi kemerdekaan Israel pada 1948.
Mesir setidaknya terlibat dalam empat edisi perang melawan Israel. Di antaranya Perang Arab-Israel (1948), Krisis Suez (1956), Perang Enam Hari (1967), dan Perang Yom Kippur (1973).
Pada hasil perang, Mesir dan koalisi negara Arab lebih sering kalah. Hal tersebut bahkan sempat membuat kerugian besar bagi kubu Kairo.
Melihat konflik yang tak berujung, Mesir sepakat menandatangani perjanjian damai dengan Israel melalui Perjanjian Camp David pada 1978.
Pada akhirnya, kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat itu menormalkan hubungan antara Mesir dan Israel.
Tak hanya itu, Mesir juga tercatat menjadi salah satu negara Arab pertama yang mengakui kemerdekaan Israel.
2. Yordania
Yordania dulu juga punya kebijakan anti-Zionis dan menentang pendirian negara Israel. Mereka juga beberapa kali masuk koalisi negara Arab, termasuk dalam Perang Enam Hari di tahun 1967.
Setelah berlarut-larut dalam permusuhan, Yordania mulai melunak. Melihat beberapa negara Arab yang membuka hubungan dengan Israel, Amman mengikuti jalan mereka.
Pada 1994, Yordania menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Kesepakatan ini dikenal sebagai Perjanjian Wadi Araba.
Hubungan tersebut masih terjalin sampai sekarang. Beberapa waktu lalu, Yordania bahkan dikecam lantaran ikut membantu Israel menghalau serangan rudal dari Iran.
3. Uni Emirat Arab
Berikutnya ada Uni Emirat Arab. Berawal dari musuh, Abu Dhabi mengikuti jejak Mesir dan Yordania yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.
Pada 2020, Menteri Luar Negeri UEA, Bahrain, dan PM Israel Benjamin Netanyahu menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik. Perjanjian ini dikenal sebagai Abraham Accords atau Kesepakatan Abraham.
Dampak normalisasi hubungan UEA dan Israel beragam. Selain kecaman dari negara Muslim lain, di sisi Abu Dhabi, mereka juga menikmati kemajuan kerja sama di bidang ekonomi serta perdagangan.
4. Bahrain
Hubungan Israel dan Bahrain juga sempat dimulai dengan permusuhan. Setelah merdeka pada tahun 1971, Manamah ikut andil dalam boikot yang dilakukan Liga Arab untuk Israel.
Kondisi di antara kedua negara berubah seiring waktu. Berawal dari Bahrain yang menghentikan boikot atas Israel, mereka kemudian menemui kesepakatan untuk berdamai.
Normalisasi Bahrain-Israel juga menjadi bagian dari Abraham Accords yang ditandatangani pada 2020. Beberapa dampaknya meliputi kemajuan hubungan ekonomi, meski ada penolakan dari sebagian rakyat Bahrain.
5. Maroko
Kemudian, ada Maroko. Dulunya, mereka pernah mengirim pasukan untuk melawan Israel selama perang Arab-Israel.
Namun, Maroko kemudian mulai membuka hubungan dengan Israel. Pemulihan hubungan diplomatik dengan Tel Aviv berlangsung pada 2020 sebagai bagian dari Abraham Accords, dengan imbalan pengakuan AS terhadap Sahara Barat sebagai wilayah Maroko.
Itulah beberapa negara musuh Israel yang sekarang memilih berdamai atau sekadar menjalin hubungan diplomatik.
Baca juga: Trump Temui Netanyahu, Tegaskan AS akan Menguasai Gaza dan Meratakannya
(sya)
Lihat Juga :