China Harusnya Tak Marah Indonesia Beli Rudal Supersonik BrahMos India

Selasa, 04 Februari 2025 - 11:41 WIB
loading...
A A A
"Saat itu, China menyebutkan bahwa itu adalah kesepakatan antara dua negara berdaulat, oleh karena itu sekarang [China] seharusnya tidak marah dengan penjualan India ke Asia Tenggara atau negara lain mana pun. India juga menyadari bahwa mereka sedang mencoba menormalisasi hubungan dengan China," imbuh dia, yang dilansir DW, Selasa (4/2/2025).

Kementerian Pertahanan dan Kantor Luar Negeri India menolak berkomentar tentang rincian kesepakatan rudal tersebut.

Tindakan Penyeimbangan India


Sejak Oktober, India dan China telah terlibat dalam serangkaian langkah membangun kepercayaan yang bertujuan untuk menormalisasi hubungan bilateral mereka, yang telah tegang karena sengketa perbatasan dan ketegangan geopolitik.

Keterlibatan baru ini menyusul pertemuan penting antara Modi dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT BRICS Oktober 2024 di kota Kazan, Rusia.

Kedua negara telah bergerak maju untuk menstabilkan hubungan dengan menyetujui untuk melanjutkan layanan udara langsung, memulai ziarah, dan meningkatkan perdagangan lintas batas.

Upaya tersebut dimulai setelah kedua belah pihak menarik mundur pasukan mereka dari dua titik pertikaian di perbatasan dataran tinggi yang disengketakan menyusul bentrokan perbatasan pada tahun 2020, yang mengakibatkan tewasnya sedikitnya 20 tentara India dan empat tentara China.

Kondapalli menunjukkan bahwa dengan mempersenjatai Indonesia, India mengisyaratkan bahwa keterlibatannya dengan China tidak akan mengorbankan komitmen Indo-Pasifiknya.

"Penjualan BrahMos terkait dengan penciptaan keseimbangan kekuatan di Asia Tenggara karena China memiliterisasi kawasan tersebut dengan mengesampingkan negara lain," katanya.

Ketegangan di Laut China Selatan


Alka Acharya, direktur kehormatan Institut Studi China di New Delhi, mengatakan penjualan rudal tersebut telah direncanakan sejak lama dan telah memicu kritik dari beberapa komentator China.

"Ini bukan tawaran baru sehingga dapat dikaitkan dengan ketegangan saat ini. Namun, jelas, tawaran ini tidak akan luput dari perhatian atau diabaikan, dan tanggapan resmi China tentu akan menyatakan keberatan mereka dengan tegas—terutama dengan bagaimana hal ini akan mengganggu stabilitas kawasan dan membantu kekuatan luar yang memusuhi Cina," kata Acharya kepada DW.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Masuki Tahun Baru 1448...
Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah
Rekomendasi
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved