Tebar Perang Dagang dengan China, Militer AS Justru Diprediksi Makin Terpuruk
Senin, 03 Februari 2025 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Dapat Akses Penuh, Elon Musk Sumbang Rp4,7 Triliun untuk Donald Trump
"Masuknya uang tambahan dan peluang bagi perusahaan-perusahaan industri militer ini untuk mengintegrasikan produksi secara vertikal akan meningkatkan keuntungan mereka. Karena kapasitas industri Amerika yang terbatas difokuskan pada produksi industri militer, kenaikan biaya dan kelangkaan akan meningkat bagi konsumen Amerika," jelasnya.
Baik di bawah Trump 1.0, Biden atau Trump 2.0, tarif "yang dijual kepada rakyat Amerika sebagai kebijakan 'America First'" sebenarnya "dirancang pertama dan terutama untuk mempertahankan keutamaan monopoli pemodal-korporasi AS, menjaga atau bahkan memperluas keuntungan mereka, dan sepenuhnya dengan mengorbankan 'sekutu' Amerika sendiri serta rakyat Amerika sendiri," kata Berletic.
2. Harga Teknologi Militer AS Akan Melonjak
"Biaya akan naik bagi perusahaan yang memproduksi senjata, kendaraan, dan amunisi, tetapi mereka tidak akan menanggung biaya ini - pembayar pajak AS yang akan menanggungnya," prediksi Berletic."Masuknya uang tambahan dan peluang bagi perusahaan-perusahaan industri militer ini untuk mengintegrasikan produksi secara vertikal akan meningkatkan keuntungan mereka. Karena kapasitas industri Amerika yang terbatas difokuskan pada produksi industri militer, kenaikan biaya dan kelangkaan akan meningkat bagi konsumen Amerika," jelasnya.
Baik di bawah Trump 1.0, Biden atau Trump 2.0, tarif "yang dijual kepada rakyat Amerika sebagai kebijakan 'America First'" sebenarnya "dirancang pertama dan terutama untuk mempertahankan keutamaan monopoli pemodal-korporasi AS, menjaga atau bahkan memperluas keuntungan mereka, dan sepenuhnya dengan mengorbankan 'sekutu' Amerika sendiri serta rakyat Amerika sendiri," kata Berletic.
(ahm)
Lihat Juga :