Tebar Perang Dagang dengan China, Militer AS Justru Diprediksi Makin Terpuruk

Senin, 03 Februari 2025 - 21:50 WIB
loading...
Tebar Perang Dagang...
Tentara AS akan makin terpuruk karena perang dagang dengan AS. Foto/X/@complicatedpast
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menepati janjinya untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 10% pada barang-barang dari China meskipun ada kekhawatiran lama bahwa tindakan proteksionis akan memengaruhi impor yang penting bagi basis industri pertahanan AS.

Beijing "dengan tegas menyesalkan dan menentang" tarif baru AS "dan akan mengambil tindakan balasan yang diperlukan untuk mempertahankan hak dan kepentingannya yang sah," kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu. Di antaranya adalah pengaduan yang diajukan terhadap AS di Organisasi Perdagangan Dunia.

"Tidak ada pemenang dalam perang dagang atau perang tarif," Beijing memperingatkan, sambil meminta Washington untuk "memperbaiki praktiknya yang keliru, menemui China di tengah jalan, menghadapi masalahnya, berdialog secara terbuka, memperkuat kerja sama, dan mengelola perbedaan atas dasar kesetaraan, saling menguntungkan, dan saling menghormati."

Sputnik bertanya kepada pengamat geopolitik veteran dan mantan Marinir Brian Berletic tentang bagaimana pembatasan baru tersebut akan berjalan.

Tebar Perang Dagangdengan China, Militer AS Justru Diprediksi Makin Terpuruk

1. Industri Militer AS Akan Terpuruk

Tarif baru "memang akan membahayakan bahan dan komponen penting untuk produksi industri militer AS, tetapi dimaksudkan untuk melanjutkan proses pemisahan dari China yang dimulai di bawah pemerintahan Trump pertama, berlanjut selama pemerintahan Biden, dan sekarang diperluas lebih jauh," kata Brian Berletic kepada Sputnik, mengomentari risiko strategis yang akan dihadapi kompleks industri militer AS, yang bergantung pada China untuk hal-hal seperti tanah jarang dan komponen lainnya, dengan putaran baru perang dagang Trump.

"AS tengah mempersiapkan diri menghadapi konflik dengan China dan seperti perang proksinya dengan Rusia, tahu bahwa bahan dan komponen yang bersumber dari China pasti akan diputus cepat atau lambat. Tarif ini dimaksudkan untuk melakukannya lebih cepat daripada nanti dan dalam kondisi yang memberi AS lebih banyak waktu untuk mengatasinya sebelum konflik dengan Cgina daripada selama konflik dengan China," kata Berletic.

Baca Juga: Dapat Akses Penuh, Elon Musk Sumbang Rp4,7 Triliun untuk Donald Trump

2. Harga Teknologi Militer AS Akan Melonjak

"Biaya akan naik bagi perusahaan yang memproduksi senjata, kendaraan, dan amunisi, tetapi mereka tidak akan menanggung biaya ini - pembayar pajak AS yang akan menanggungnya," prediksi Berletic.

"Masuknya uang tambahan dan peluang bagi perusahaan-perusahaan industri militer ini untuk mengintegrasikan produksi secara vertikal akan meningkatkan keuntungan mereka. Karena kapasitas industri Amerika yang terbatas difokuskan pada produksi industri militer, kenaikan biaya dan kelangkaan akan meningkat bagi konsumen Amerika," jelasnya.

Baik di bawah Trump 1.0, Biden atau Trump 2.0, tarif "yang dijual kepada rakyat Amerika sebagai kebijakan 'America First'" sebenarnya "dirancang pertama dan terutama untuk mempertahankan keutamaan monopoli pemodal-korporasi AS, menjaga atau bahkan memperluas keuntungan mereka, dan sepenuhnya dengan mengorbankan 'sekutu' Amerika sendiri serta rakyat Amerika sendiri," kata Berletic.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Berita Terkini
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved