Menhan Prancis Bertemu Menhan Sjafrie, Berencana Kunjungi Kapal Induk Nuklir di Lombok Barat
Sabtu, 01 Februari 2025 - 07:12 WIB
loading...
Jet tempur Dassault Rafale yang dibeli Indonesia dari Prancis. Foto/USAFE AFAFRICA
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan dari Menhan Prancis Sebastien Lecornu di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (31/1/2025).
Kepala Biro Penerangan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Frega Ingkiriwang Wenas, mengungkap isi pembicaraan keduanya di Aula Bhinneka Tunggal Ika.
“Berbicara mengenai hubungan bilateral yang telah terjadi dengan Prancis, termasuk ruang kerja sama di bidang personel, terlihat peningkatan tidak hanya untuk mengikuti pendidikan, tetapi juga pelatihan. Karena kita tahu, dalam dua atau tiga tahun terakhir, kerja sama pertahanan kedua negara menunjukkan peningkatan," ungkap dia, dilansir VOI.
Kedua Menhan, lanjutnya, juga sepakat agar RI-Prancis berkolaborasi dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan.
Kemudian, keduanya juga membahas kerja sama dalam konteks alutsista militer, khususnya teknologi militer dalam hal produksi alutsista militer yang dapat menciptakan lapangan kerja.
Menhan Sjafrie dan Lecornu juga berkomitmen mendukung modernisasi militer dalam berbagai hal, termasuk teknologi pertahanan yang juga dibahas mengenai teknologi pesawat nirawak.
“Tadi juga dibahas mengenai alutsista perang, yang sudah final, yaitu Rafale yang memiliki karakteristik yang tidak kalah dengan pesawat tempur lainnya. Soal kapal selam Scorpene juga sudah ada komitmen dari pihak Prancis," papar dia.
Hal ini penting karena kondisi geografis Indonesia berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, sehingga keberadaan kapal selam tersebut merupakan suatu keniscayaan.
Meski belum secara spesifik membahas kelanjutan latihan militer maritim La Perouse 2025 yang digagas Prancis di Samudra Hindia dekat ZEE Indonesia, ALKI II dan ALKI III Indonesia pada 16-24 Januari 2025, kedua menteri pertahanan sepakat menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan.
Satu kapal induk bertenaga nuklir Prancis, FS Charles de Gaulle R91, berlabuh di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB, usai memimpin latihan militer La Perouse 2025.
Kedua menteri pertahanan dijadwalkan mengunjungi kapal induk tersebut pada Sabtu (1/2/2025).
“Kedua negara memiliki karakteristik yang mirip, Indonesia bebas aktif dan Prancis tidak menginginkan hegemoni, dan kami mengharapkan stabilitas di kawasan karena ketika ada stabilitas di kawasan kita, kita dapat mengelola ekonomi," katanya.
Sementara itu, Prancis merupakan salah satu negara Eropa yang menjadi asal beberapa alutsista TNI, di antaranya rudal permukaan ke permukaan Exocet Block I-Block III buatan MBDA, meriam artileri berat Caesar 155 mm buatan Nexter dan pesawat tempur Rafale A dan Rafale B yang akan datang buatan Dassault Aviation, serta kapal selam Scorpene dari Naval Group, meskipun kontrak efektifnya belum terjadi.
Dulu, tulang punggung TNI AD, tank AMX-13 dan helikopter NAS-330 Puma dan NAS-332 Super Puma diperoleh dari Prancis melalui Aerospatiale dengan IPTN.
Saat ini, Super Puma telah dikembangkan menjadi EC725/H225M Caracal oleh Airbus yang berpusat di Toulouse, Prancis.
Kementerian Pertahanan di era Prabowo Subianto, Florence Parly selaku Menteri Pertahanan Prancis telah dua kali berkunjung ke Kementerian Pertahanan, dan salah satu hasil penting adalah tercapainya kontrak efektif pembelian 42 unit Rafale A dan Rafale B beserta paket pelatihan persenjataan, pilot dan kru darat serta perawatan.
Dalam kunjungannya kali ini, Lecornu juga meninjau pasukan kehormatan trimatra TNI yang didampingi Menhan Sjafrie, memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih dan Troix Coleur, kemudian keduanya melakukan pembicaraan resmi di Pendopo Bhinneka Tunggal Ika yang didahului dengan pertukaran cinderamata.
Baca juga: Militer Israel Mundur dari Perlintasan Rafah, Serahkan Kendali pada Pasukan Uni Eropa
Kepala Biro Penerangan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Frega Ingkiriwang Wenas, mengungkap isi pembicaraan keduanya di Aula Bhinneka Tunggal Ika.
“Berbicara mengenai hubungan bilateral yang telah terjadi dengan Prancis, termasuk ruang kerja sama di bidang personel, terlihat peningkatan tidak hanya untuk mengikuti pendidikan, tetapi juga pelatihan. Karena kita tahu, dalam dua atau tiga tahun terakhir, kerja sama pertahanan kedua negara menunjukkan peningkatan," ungkap dia, dilansir VOI.
Kedua Menhan, lanjutnya, juga sepakat agar RI-Prancis berkolaborasi dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan.
Kemudian, keduanya juga membahas kerja sama dalam konteks alutsista militer, khususnya teknologi militer dalam hal produksi alutsista militer yang dapat menciptakan lapangan kerja.
Menhan Sjafrie dan Lecornu juga berkomitmen mendukung modernisasi militer dalam berbagai hal, termasuk teknologi pertahanan yang juga dibahas mengenai teknologi pesawat nirawak.
“Tadi juga dibahas mengenai alutsista perang, yang sudah final, yaitu Rafale yang memiliki karakteristik yang tidak kalah dengan pesawat tempur lainnya. Soal kapal selam Scorpene juga sudah ada komitmen dari pihak Prancis," papar dia.
Hal ini penting karena kondisi geografis Indonesia berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, sehingga keberadaan kapal selam tersebut merupakan suatu keniscayaan.
Meski belum secara spesifik membahas kelanjutan latihan militer maritim La Perouse 2025 yang digagas Prancis di Samudra Hindia dekat ZEE Indonesia, ALKI II dan ALKI III Indonesia pada 16-24 Januari 2025, kedua menteri pertahanan sepakat menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan.
Satu kapal induk bertenaga nuklir Prancis, FS Charles de Gaulle R91, berlabuh di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB, usai memimpin latihan militer La Perouse 2025.
Kedua menteri pertahanan dijadwalkan mengunjungi kapal induk tersebut pada Sabtu (1/2/2025).
“Kedua negara memiliki karakteristik yang mirip, Indonesia bebas aktif dan Prancis tidak menginginkan hegemoni, dan kami mengharapkan stabilitas di kawasan karena ketika ada stabilitas di kawasan kita, kita dapat mengelola ekonomi," katanya.
Sementara itu, Prancis merupakan salah satu negara Eropa yang menjadi asal beberapa alutsista TNI, di antaranya rudal permukaan ke permukaan Exocet Block I-Block III buatan MBDA, meriam artileri berat Caesar 155 mm buatan Nexter dan pesawat tempur Rafale A dan Rafale B yang akan datang buatan Dassault Aviation, serta kapal selam Scorpene dari Naval Group, meskipun kontrak efektifnya belum terjadi.
Dulu, tulang punggung TNI AD, tank AMX-13 dan helikopter NAS-330 Puma dan NAS-332 Super Puma diperoleh dari Prancis melalui Aerospatiale dengan IPTN.
Saat ini, Super Puma telah dikembangkan menjadi EC725/H225M Caracal oleh Airbus yang berpusat di Toulouse, Prancis.
Kementerian Pertahanan di era Prabowo Subianto, Florence Parly selaku Menteri Pertahanan Prancis telah dua kali berkunjung ke Kementerian Pertahanan, dan salah satu hasil penting adalah tercapainya kontrak efektif pembelian 42 unit Rafale A dan Rafale B beserta paket pelatihan persenjataan, pilot dan kru darat serta perawatan.
Dalam kunjungannya kali ini, Lecornu juga meninjau pasukan kehormatan trimatra TNI yang didampingi Menhan Sjafrie, memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih dan Troix Coleur, kemudian keduanya melakukan pembicaraan resmi di Pendopo Bhinneka Tunggal Ika yang didahului dengan pertukaran cinderamata.
Baca juga: Militer Israel Mundur dari Perlintasan Rafah, Serahkan Kendali pada Pasukan Uni Eropa
(sya)
Lihat Juga :