Perdagangan Pengantin Kian Marak, China Dituding Tutup Mata

Selasa, 28 Januari 2025 - 09:37 WIB
loading...
A A A
"Ketika saya mengetahuinya, saya merasa sangat terhina," kata Lee.

“Saya mulai menangis dan meminta untuk pergi, tetapi bos saya mengatakan bahwa dia telah membayar saya dengan harga yang sangat mahal dan sekarang saya berutang kepadanya.”

Laporan Perdagangan Manusia 2024 yang dirilis Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa pemerintah dan pengadilan Beijing gagal mengadili para pelaku perdagangan manusia dan menghukum mereka.

“Selama tujuh tahun berturut-turut, pemerintah tidak melaporkan data penegakan hukum yang lengkap, juga tidak melaporkan adanya identifikasi korban perdagangan manusia atau merujuk mereka ke layanan perlindungan,” demikian bunyi laporan Departemen Luar Negeri AS.

Annamalai menyoroti kelalaian birokrasi dan korupsi di China yang menghambat upaya membendung perdagangan pengantin.

“Di wilayah pedalaman, otoritas China juga dilaporkan telah menolak permohonan para perempuan yang diperdagangkan, menahan mereka selama berbulan-bulan, memulangkan mereka tanpa anak-anak mereka, dan dalam beberapa kasus mengembalikan mereka kepada suami mereka dengan imbalan suap,” ungkapnya.

Laporan Departemen Luar Negeri AS juga mengecam pemerintah China karena tidak melakukan upaya yang cukup untuk mencegah perdagangan manusia.

“Pemerintah tidak melakukan upaya untuk mengidentifikasi atau merujuk korban perdagangan manusia di antara populasi migran Korea Utara yang sangat rentan di RRC, dan tidak pula menyediakan alternatif hukum bagi korban perdagangan manusia Korea Utara yang diduga sebagai korban pemulangan,” tutur Departemen Luar Negeri AS.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Selat Hormuz Ditutup,...
Selat Hormuz Ditutup, AS dan Iran Saling Lancarkan Serangan Rudal
Menhan Israel Puas Gaza...
Menhan Israel Puas Gaza Hancur: Senang, Bukan?
Rekomendasi
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Mengapa Penalti Spanyol...
Mengapa Penalti Spanyol Tetap Sah Meski Lamine Yamal Diduga Handball?
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
Berita Terkini
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved