Perdagangan Pengantin Kian Marak, China Dituding Tutup Mata

Selasa, 28 Januari 2025 - 09:37 WIB
loading...
Perdagangan Pengantin...
Kasus perdagangan pengantin semakin marak di China dengan korbannya para perempuan dari berbagai negara Asia. Namun, pemerintah China dinilai tutup mata. Foto/RFERL
A A A
JAKARTA - Meningkatnya ketidakseimbangan gender dan populasi yang menua dengan cepat di China telah memperburuk masalah perdagangan pengantin dari wilayah Asia, khususnya negara-negara dengan tingkat perekonomian lemah.

Salah satu jenis Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) itu kini tidak hanya terbatas dari negara-negara di Asia Tenggara, tapi juga Asia Selatan seperti Nepal, Pakistan dan Bangladesh, dengan Korea Utara tetap menjadi sumber perdagangan manusia terbesar untuk pernikahan dan perbudakan seksual.

Mengutip dari editorial kantor berita Nepal Pana, Selasa (28/1/2025), Myanmar, Vietnam, dan Kamboja telah menjadi tujuan utama para pelaku TPPO asal China sejak dua dekade terakhir.

Sekarang, ada laporan terbaru mengenai perdagangan pengantin dari Nepal, Korea Utara, dan Pakistan, kata Visalaakshi Annamalai, seorang peneliti di Model International Mobility Convention yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

Baca Juga: Tangani Puluhan WNI Korban Pengantin Pesanan, KBRI Lobi China

Salah satu kasus tersebut telah membuat Bangladesh khawatir belakangan ini. Pernikahan paksa atau perjodohan dengan pria China melalui tipu daya, yang sering berakhir dengan perbudakan seksual, telah mengalami peningkatan tajam sejak 2016.

“Kisah penipuan adalah hal biasa. Agen, calo, atau pelaku perdagangan manusia dapat menjanjikan pekerjaan kepada perempuan seperti pekerjaan di bidang pertanian atau industri jasa di China. Tetapi sering kali para pelaku kemudian menjual perempuan tersebut ke perbudakan seksual,” kata Annamalai.

Lonjakan Perdagangan Pengantin


Pada 2024, seorang perempuan di Bangladesh dipaksa menikahkan putrinya dengan seorang pria China bernama Cui Po Wei dengan dalih bahwa pria tersebut beragama Islam, menetap di negara tersebut, dan bekerja di kota Gazipur. Namun, sang pengantin perempuan ternyata dikirim ke rumah bordil di China. Selanjutnya, sang ibu mengajukan pengaduan terhadap suami dan mereka yang terlibat dalam pengaturan pernikahan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Terungkap! AS Tak Bantu...
Terungkap! AS Tak Bantu Israel Tangkis Serangan Rudal Iran
Rekomendasi
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Susunan Pemain Timnas...
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik: Marselino dan Ole Romeny Ujung Tombak
Sinopsis Disclosure...
Sinopsis Disclosure Day, Film Terbaru Steven Spielberg tentang Rahasia Alien yang Guncang Dunia
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved