200.000 Warga Gaza Kembali ke Rumah, Hamas: Ini Kemenangan!

Selasa, 28 Januari 2025 - 03:30 WIB
loading...
A A A
Pada hari Minggu, pasukan Israel telah menghalangi warga sipil Palestina untuk mendekati Persimpangan Netzarim, menembaki kerumunan pada beberapa kesempatan dan menewaskan sedikitnya dua warga Palestina, menurut sumber-sumber medis.

Israel setuju untuk membuka penyeberangan pada hari Senin setelah Kementerian Luar Negeri Qatar mengumumkan Hamas telah setuju untuk membebaskan Yehud dan dua orang lainnya sebelum hari Jumat.

Omar Baddar, mantan wakil direktur Institut Arab Amerika, mengatakan bahwa ia optimistis dengan kehati-hatian warga Palestina untuk kembali ke rumah mereka di Gaza utara.

“Tidak diragukan lagi bahwa Israel berambisi untuk mengambil alih Gaza utara. Itulah sebagian alasan mengapa mereka benar-benar menghancurkannya dan mengusir orang-orang dari daerah itu,” kata Baddar kepada Al Jazeera.

“Jadi, meskipun ini merupakan tanda kecil yang menjanjikan – bahwa mereka akan mengizinkan orang-orang untuk kembali dalam perjanjian ini – mereka mengizinkan mereka untuk kembali ke daerah yang benar-benar hancur. Tidak ada indikasi bahwa mereka akan mengizinkan mereka untuk membangun kembali rumah mereka di daerah itu,” katanya.

Perang Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 47.306 warga Palestina dan melukai 111.483 orang sejak 7 Oktober 2023.

Setidaknya 1.139 orang tewas di Israel selama serangan yang dipimpin Hamas hari itu dan lebih dari 200 orang ditawan.

Otoritas Palestina mengatakan jumlah korban tewas sebenarnya selama 15 bulan serangan udara dan darat Israel yang gencar kemungkinan jauh lebih tinggi karena mereka terus menemukan mayat-mayat dari reruntuhan.

Serangan Israel tersebut menyebabkan sekitar 90 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi, dengan beberapa terpaksa pindah beberapa kali.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Ini Alasan Wali Kota...
Ini Alasan Wali Kota New York Mamdani Bersikeras Tangkap Netanyahu
Rekomendasi
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved