Donald Trump Kerahkan 1.500 Tentara AS ke Dekat Meksiko, Ada Apa?
loading...

Atas perintah Presiden Donald Trump, Pentagon kerahkan sekitar 1.500 tentara Amerika Serikat ke perbatasan Amerika-Meksiko. Foto/US Army/Pfc Joshua Cowden
A
A
A
WASHINGTON - Atas perintah Presiden Donald Trump, Pentagon telah mengerahkan sekitar 1.500 tentara Amerika Serikat (AS) ke perbatasan Amerika-Meksiko.
Menurut Gedung Putih, pengerahan ribuan tentara itu untuk membantu agen Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Amerika mengatasi lonjakan penyeberangan ilegal.
Tindakan keras itu dilakukan setelah Trump mengumumkan keadaan darurat nasional di perbatasan dan berjanji untuk mempertahankan "invasi" terhadap migran yang memasuki AS secara ilegal.
"Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif—1.500 pasukan tambahan ke perbatasan selatan Amerika Serikat. Ini merupakan tindakan hari pertamanya untuk mengarahkan Departemen Pertahanan agar menjadikan keamanan dalam negeri sebagai misi inti lembaga tersebut," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, yang dilansir CNN, Kamis (23/1/2025).
Sekitar 2.200 tentara aktif sudah ditempatkan di perbatasan sebagai bagian dari Joint Task Force-North, yang markas besarnya berada di El Paso, Texas. Para prajurit tersebut beroperasi bersama dengan Garda Nasional dan agen CBP.
Menurut laporan CNN, pasukan tersebut saat ini membantu dalam "sebagian besar tugas logistik dan birokrasi", seperti entri data dan pemantauan.
Penjabat Menteri Pertahanan Robert Salesses mengatakan bahwa Pentagon akan mengirimkan helikopter dengan awak terkait, dan analis intelijen untuk mendukung peningkatan upaya deteksi dan pemantauan.
"Pentagon juga akan menyediakan angkutan udara militer untuk mendukung penerbangan deportasi DHS [Departemen Dalam Negeri] lebih dari lima ribu migran gelap dari sektor San Diego, California, dan El Paso, Texas, yang ditahan oleh CBP," kata Salesses kepada wartawan.
"Ini baru permulaan," imbuh dia.
Secara keseluruhan, Trump tengah bersiap untuk mengirim sekitar 10.000 tentara ke perbatasan dengan Meksiko, menurut laporan The Washington Post pada hari Rabu, mengutip dokumen internal CBP.
Menurut Gedung Putih, pengerahan ribuan tentara itu untuk membantu agen Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Amerika mengatasi lonjakan penyeberangan ilegal.
Tindakan keras itu dilakukan setelah Trump mengumumkan keadaan darurat nasional di perbatasan dan berjanji untuk mempertahankan "invasi" terhadap migran yang memasuki AS secara ilegal.
"Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif—1.500 pasukan tambahan ke perbatasan selatan Amerika Serikat. Ini merupakan tindakan hari pertamanya untuk mengarahkan Departemen Pertahanan agar menjadikan keamanan dalam negeri sebagai misi inti lembaga tersebut," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, yang dilansir CNN, Kamis (23/1/2025).
Sekitar 2.200 tentara aktif sudah ditempatkan di perbatasan sebagai bagian dari Joint Task Force-North, yang markas besarnya berada di El Paso, Texas. Para prajurit tersebut beroperasi bersama dengan Garda Nasional dan agen CBP.
Menurut laporan CNN, pasukan tersebut saat ini membantu dalam "sebagian besar tugas logistik dan birokrasi", seperti entri data dan pemantauan.
Penjabat Menteri Pertahanan Robert Salesses mengatakan bahwa Pentagon akan mengirimkan helikopter dengan awak terkait, dan analis intelijen untuk mendukung peningkatan upaya deteksi dan pemantauan.
"Pentagon juga akan menyediakan angkutan udara militer untuk mendukung penerbangan deportasi DHS [Departemen Dalam Negeri] lebih dari lima ribu migran gelap dari sektor San Diego, California, dan El Paso, Texas, yang ditahan oleh CBP," kata Salesses kepada wartawan.
"Ini baru permulaan," imbuh dia.
Secara keseluruhan, Trump tengah bersiap untuk mengirim sekitar 10.000 tentara ke perbatasan dengan Meksiko, menurut laporan The Washington Post pada hari Rabu, mengutip dokumen internal CBP.
Lihat Juga :