Donald Trump Kerahkan 1.500 Tentara AS ke Dekat Meksiko, Ada Apa?

Kamis, 23 Januari 2025 - 10:18 WIB
loading...
Donald Trump Kerahkan...
Atas perintah Presiden Donald Trump, Pentagon kerahkan sekitar 1.500 tentara Amerika Serikat ke perbatasan Amerika-Meksiko. Foto/US Army/Pfc Joshua Cowden
A A A
WASHINGTON - Atas perintah Presiden Donald Trump, Pentagon telah mengerahkan sekitar 1.500 tentara Amerika Serikat (AS) ke perbatasan Amerika-Meksiko.

Menurut Gedung Putih, pengerahan ribuan tentara itu untuk membantu agen Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Amerika mengatasi lonjakan penyeberangan ilegal.

Tindakan keras itu dilakukan setelah Trump mengumumkan keadaan darurat nasional di perbatasan dan berjanji untuk mempertahankan "invasi" terhadap migran yang memasuki AS secara ilegal.

Baca Juga: Donald Trump Tetapkan Kembali Houthi Yaman sebagai Organisasi Teroris

"Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif—1.500 pasukan tambahan ke perbatasan selatan Amerika Serikat. Ini merupakan tindakan hari pertamanya untuk mengarahkan Departemen Pertahanan agar menjadikan keamanan dalam negeri sebagai misi inti lembaga tersebut," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, yang dilansir CNN, Kamis (23/1/2025).

Sekitar 2.200 tentara aktif sudah ditempatkan di perbatasan sebagai bagian dari Joint Task Force-North, yang markas besarnya berada di El Paso, Texas. Para prajurit tersebut beroperasi bersama dengan Garda Nasional dan agen CBP.

Menurut laporan CNN, pasukan tersebut saat ini membantu dalam "sebagian besar tugas logistik dan birokrasi", seperti entri data dan pemantauan.

Penjabat Menteri Pertahanan Robert Salesses mengatakan bahwa Pentagon akan mengirimkan helikopter dengan awak terkait, dan analis intelijen untuk mendukung peningkatan upaya deteksi dan pemantauan.

"Pentagon juga akan menyediakan angkutan udara militer untuk mendukung penerbangan deportasi DHS [Departemen Dalam Negeri] lebih dari lima ribu migran gelap dari sektor San Diego, California, dan El Paso, Texas, yang ditahan oleh CBP," kata Salesses kepada wartawan.

"Ini baru permulaan," imbuh dia.

Secara keseluruhan, Trump tengah bersiap untuk mengirim sekitar 10.000 tentara ke perbatasan dengan Meksiko, menurut laporan The Washington Post pada hari Rabu, mengutip dokumen internal CBP.

Trump, yang mulai menjabat pada hari Senin, telah berjanji untuk melindungi negara dari "invasi" migran ilegal.

Dalam perintah eksekutif yang ditandatangani tak lama setelah pelantikan, dia mengatakan bahwa banyak migran tidak berdokumen menimbulkan ancaman signifikan terhadap keamanan nasional dan keselamatan publik dan melakukan tindakan keji dan kejam terhadap warga Amerika yang tidak bersalah.

Pada hari Senin, Trump mengumumkan keadaan darurat nasional di perbatasan dan menutup aplikasi CBP yang dirancang untuk membantu para migran membuat janji temu di tempat penyeberangan perbatasan.

AS telah melihat masuknya migran selama masa kepresidenan Joe Biden. Petugas perbatasan mencatat rekor 2,8 juta pertemuan dengan migran pada tahun 2023.

Lebih dari 1,5 juta migran tercatat sebagai “orang yang lolos”—individu yang menghindari deteksi CBP—antara tahun fiskal 2021 dan 2023, menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Menakjubkan! Detik-Detik...
Menakjubkan! Detik-Detik Danau Kawah Gunung Filipina Meletus Dahsyat, Picu Tsunami
Rekomendasi
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Suasana Jelang Sidang...
Suasana Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa, TNI-Polri dan Rantis Brimob Bersiaga di PN Jaktim
Berita Terkini
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved