Spionase Global China: dari Pangeran Andrew hingga Parlemen Eropa
Rabu, 22 Januari 2025 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Weijing Wang bekerja di Polandia sebagai direktur penjualan di Huawei, sebelum dia ditangkap karena menjadi mata-mata untuk China.
Pengacara Inggris-China Christine Lee dituduh mencampuri politik Inggris. Lee menggunakan “operasi penyemaian” di mana uang dari China digunakan untuk memengaruhi opini politik yang sesuai dengan Partai Komunis China (CCP).
Ken McCallum, kepala badan intelijen Inggris MI5, mengatakan: “Tidak selalu terjadi upaya untuk memengaruhi pemimpin nasional atau seseorang di tingkat kabinet. Salah satu hal yang sangat mencolok adalah bahwa mereka siap berinvestasi dalam membina orang-orang di tingkat lokal secara potensial dan di awal karier politik mereka.”
China telah merekrut orang-orang dari negara lain untuk mencuri informasi sensitif dan kegiatan mata-mata. Pada tahun 2017, Belanda menangkap seorang mata-mata yang hendak berangkat ke China. Belgia juga telah menyatakan kemarahannya atas perekrutan anggota partai politik oleh China sebagai aset intelijen.
“China mencoba membeli pengaruh untuk mengganggu stabilitas demokrasi kita. Dengan Chinagate, atau haruskah saya katakan Kepentingan China, semuanya terungkap di depan mata kita,” tutur Perdana Menteri Belgia Alexandre de Croo.
Perwira intelijen China Xu Yanjun diekstradisi dari Belgia ke AS atas tuduhan spionase ekonomi dan pencurian rahasia dagang. Dia berencana membangun hubungan baik dengan karyawan perusahaan yang menjadi target untuk mengekstrak informasi kepemilikan dan rahasia teknologi.
“Mereka mencuri teknologi Amerika untuk menguntungkan ekonomi dan militer mereka,” sebut Asisten Direktur FBI saat itu, Alan Kohler. “Bagi mereka yang meragukan tujuan sebenarnya dari RRC (Republik Rakyat China), ini seharusnya menjadi peringatan,” ungkap Kohler.
Pengacara Inggris-China Christine Lee dituduh mencampuri politik Inggris. Lee menggunakan “operasi penyemaian” di mana uang dari China digunakan untuk memengaruhi opini politik yang sesuai dengan Partai Komunis China (CCP).
Mengganggu Stabilitas Demokrasi
Ken McCallum, kepala badan intelijen Inggris MI5, mengatakan: “Tidak selalu terjadi upaya untuk memengaruhi pemimpin nasional atau seseorang di tingkat kabinet. Salah satu hal yang sangat mencolok adalah bahwa mereka siap berinvestasi dalam membina orang-orang di tingkat lokal secara potensial dan di awal karier politik mereka.”
China telah merekrut orang-orang dari negara lain untuk mencuri informasi sensitif dan kegiatan mata-mata. Pada tahun 2017, Belanda menangkap seorang mata-mata yang hendak berangkat ke China. Belgia juga telah menyatakan kemarahannya atas perekrutan anggota partai politik oleh China sebagai aset intelijen.
“China mencoba membeli pengaruh untuk mengganggu stabilitas demokrasi kita. Dengan Chinagate, atau haruskah saya katakan Kepentingan China, semuanya terungkap di depan mata kita,” tutur Perdana Menteri Belgia Alexandre de Croo.
Perwira intelijen China Xu Yanjun diekstradisi dari Belgia ke AS atas tuduhan spionase ekonomi dan pencurian rahasia dagang. Dia berencana membangun hubungan baik dengan karyawan perusahaan yang menjadi target untuk mengekstrak informasi kepemilikan dan rahasia teknologi.
“Mereka mencuri teknologi Amerika untuk menguntungkan ekonomi dan militer mereka,” sebut Asisten Direktur FBI saat itu, Alan Kohler. “Bagi mereka yang meragukan tujuan sebenarnya dari RRC (Republik Rakyat China), ini seharusnya menjadi peringatan,” ungkap Kohler.
(mas)
Lihat Juga :