Spionase Global China: dari Pangeran Andrew hingga Parlemen Eropa

Rabu, 22 Januari 2025 - 10:45 WIB
loading...
Spionase Global China:...
Hubungan antara pebisnis China Yang Tengbo dengan Pangeran Andrew dari Kerajaan Inggris memperlihatkan pola spionase yang digunakan Beijing untuk kegiatan mata-mata. Foto/Pitch@Palace/Youtube via The Guardian
A A A
JAKARTA - Hubungan antara pebisnis China bernama Yang Tengbo dengan Pangeran Andrew dari Kerajaan Inggris telah memperlihatkan pola spionase yang digunakan Beijing untuk kegiatan mata-mata.

Yang Tengbo, atau dikenal juga dengan Chris Yang, dilarang masuk ke Britania Raya oleh Kementerian Dalam Negeri Inggris pada 2023 atas tuduhan menggunakan hubungannya dengan Pangeran Andrew untuk melakukan spionase yang menguntungkan China.

Dalam editorial Mekong News edisi Rabu (22/1/2025), disebutkan bahwa China terus mencoba membobol lingkaran dalam untuk mengumpulkan informasi sensitif dan memanipulasi kebijakan negara sasaran. Sementara upaya tersebut digagalkan oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa di masa lalu, Beijing diyakini kerap menggunakan orang-orang keturunan China atau mengelabui warga negara asing untuk kegiatan spionase.

Baca Juga: Raja Charles III Dapat Arahan Intelijen Inggris terkait Kontroversi Pangeran Andrew dengan Mata-mata China

Pada tahun 2023, Ji Chaoqun, seorang insinyur China, dipenjara selama delapan tahun karena mengumpulkan informasi tentang teknologi kedirgantaraan dan teknologi lainnya dari orang-orang yang bekerja di sektor terkait. Dia dihukum karena menjadi agen Kementerian Keamanan Negara China.

Ji terdaftar di Pasukan Cadangan Angkatan Darat AS pada 2016, yang memungkinkannya mengambil foto infrastruktur militer yang sensitif. Ji berencana mencari pekerjaan di CIA, FBI, atau pun NASA dan bekerja di sana dalam bidang keamanan siber, sehingga dia dapat memiliki akses ke basis data sensitif.

Departemen Kehakiman AS mengatakan Ji tengah mengumpulkan "informasi biografi tentang sejumlah individu untuk kemungkinan perekrutan" oleh China. Dia ditugaskan untuk "memperoleh akses ke teknologi antariksa dan satelit canggih yang tengah dikembangkan sejumlah perusahaan di AS."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Perceraian Abad Ini,...
Perceraian Abad Ini, Taipan Korsel Bayar Harta Gana-Gini Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri
Rekomendasi
10 Pesepak Bola dengan...
10 Pesepak Bola dengan Kenaikan Followers Instagram Terbanyak Selama Piala Dunia 2026
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Thailand Pesta Gol ke Gawang Laos, Rebut Puncak Klasemen dari Malaysia
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Berita Terkini
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
Pakar Asal AS Ini Yakin...
Pakar Asal AS Ini Yakin Rusia Dijamin Memenangkan Perang Ukraina, Ini 4 Alasannya
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved