Duch, Kepala Penjara Khmer Merah Kamboja yang Sangat Kejam Tutup Usia

Rabu, 02 September 2020 - 14:52 WIB
loading...
A A A
Laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang dipandang sebagai musuh rezim atau yang tidak mematuhi perintahnya dipenjara dan disiksa di penjara S-21, dan hanya segelintir orang yang selamat.

“Setiap orang yang ditangkap dan dikirim ke S-21 diperkirakan sudah meninggal,” katanya saat bersaksi di pengadilan pada April 2009. (Baca juga: Sebuah Buku Ungkap Gaya Hidup Putra Mahkota Saudi, Termasuk Pesta 150 Model Cantik )

Duch saat itu bersaksi bahwa para penyiksa di bawah pengawasannya memukuli dan mencambuk tahanan dan menyetrum mereka dengan perangkat listrik. Tetapi dia tetap menyangkal laporan dari para penyintas dan saksi persidangan lainnya bahwa dia sendiri ikut serta dalam penyiksaan dan eksekusi.

Keturunan para tahanan dibunuh untuk memastikan generasi berikutnya tidak bisa membalas dendam. Duch menyebut dirinya “bertanggung jawab secara kriminal” atas kematian para bayi, tetapi menyalahkan bawahannya karena menghantam tubuh anak-anak tersebut ke pohon.

Dia mengatakan penjaga dan interogator penjara itu sendiri dibunuh karena kesalahan kecil dan menunjukkan emosi yang langka di hadapan saksi pada bulan Juni 2009 ketika berbicara tentang melihat rekan-rekan revolusionernya dikurung di sel penjaranya. Mengaku mengkhianati teman-temannya sendiri, dia berkata; "Itu sangat pengecut."

Ketika vonis bersalah akhirnya dijatuhkan terhadapnya pada Juli 2010, dia dijatuhi hukuman 35 tahun, dipersingkat menjadi hanya 19 tahun karena masa hukuman sudah dijalani sebagian. Para hakim mengatakan mereka mempertimbangkan konteks Perang Dingin dari kekejaman dan kerjasama Duch serta ekspresi penyesalan, betapapun terbatasnya. Tetapi para penyintas yang marah takut suatu hari dia bisa bebas. Pada tingkat banding, hukuman diperpanjang pada tahun 2012 menjadi penjara seumur hidup karena kejahatannya yang "mengejutkan dan keji" terhadap rakyat Kamboja.

Seperti banyak anggota kunci Khmer Merah, Duch adalah seorang akademisi sebelum ia menjadi seorang revolusioner. Mantan guru matematika itu bergabung dengan gerakan Pol Pot pada tahun 1967, tiga tahun sebelum Amerika Serikat memulai peboman karpet di Kamboja untuk mencoba melenyapkan pasukan Vietnam Utara dan Viet Cong di dalam perbatasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Kapal Perang AS Sambangi...
Kapal Perang AS Sambangi Pangkalan AL Kamboja yang Didanai China
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang Berdarah-darah hingga 781 Tahun
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Istri Siri Pernah Disidang Etik
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Suguhkan Persaingan Tim Sepak Bola Paling Bergengsi di Asia Tenggara
Dilantik Jadi Jampidsus,...
Dilantik Jadi Jampidsus, Kuntadi Janji Tuntaskan Kasus Besar hingga Evaluasi Perkara
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Berita Terkini
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Infografis
Harta Kekayaan Ivan...
Harta Kekayaan Ivan Yustiavandana, Kepala PPATK yang Blokir Rekening Nganggur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved