Duch, Kepala Penjara Khmer Merah Kamboja yang Sangat Kejam Tutup Usia

Rabu, 02 September 2020 - 14:52 WIB
loading...
A A A
Khmer Merah merebut kekuasaan pada tahun 1975 dan segera mengupayakan transformasi radikal Kamboja menjadi masyarakat petani, mengosongkan kota dan memaksa penduduk untuk bekerja di atas tanah. Mereka mendukung pemerintahan mereka dengan eliminasi musuh yang dianggap kejam, dan pada tahun 1976, Duch adalah kepala terpercaya dari mesin pembunuh pamungkasnya, penjara S-21.

Hakim pengadilan mengatakan dia menandatangani semua eksekusi di sana dan sering hadir ketika interogator menggunakan penyiksaan untuk mendapatkan pengakuan, termasuk mencabut kuku kaki tahanan, menyetrum, dan waterboarding. Terlepas dari penyangkalannya, hakim mengatakan dia kadang-kadang mengambil bagian dalam penyiksaan dan eksekusi.

Penyiksaan dan eksekusi yang terjadi di penjara Tuol Sleng secara rutin direkam dan difoto, dan ketika Khmer Merah digulingkan dari kekuasaan pada 1979, ribuan dokumen dan film negatif yang ditinggalkan di penjara menjadi bukti kekejaman rezim.

Duch melarikan diri, menghilang selama hampir dua dekade di Kamboja barat laut dan berpindah agama menjadi Kristen sampai penemuan kebetulan oleh jurnalis Inggris pada tahun 1999 menyebabkan penangkapannya.

Duch telah beberapa kali meminta pengampunan, bahkan pernah menawarkan diri untuk menghadapi hukuman rajam di depan umum. Tetapi dia membuat permintaan kejutan pada hari terakhir persidangan agar dibebaskan. Permintaaan itu membuat banyak orang bertanya-tanya apakah penyesalannya tulus.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Kapal Perang AS Sambangi...
Kapal Perang AS Sambangi Pangkalan AL Kamboja yang Didanai China
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang Berdarah-darah hingga 781 Tahun
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Istri Siri Pernah Disidang Etik
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Tegaskan Pelimpahan...
Tegaskan Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri Sah, Jamwas Kejagung: Pernah Dilakukan di Perkara Asabri
Berita Terkini
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved