Donald Trump Akan Tunjuk Bodyguard Pribadinya sebagai Bos Secret Service

Minggu, 19 Januari 2025 - 09:17 WIB
loading...
Donald Trump Akan Tunjuk...
Donald Trump akan tunjuk bodyguard pribadinya, Sean Curran (belakang kiri), sebagai bos Secret Service AS. Foto/Chris Unger/Zuffa LLC via Fox News
A A A
WASHINGTON - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menunjuk bodyguard pribadinya; Sean Curran, sebagai direktur Secret Service AS (USSS) yang baru. Itu diumumkan putra Trump, Donald Trump Jr.

Curran adalah salah satu agen Secret Service yang melindungi Trump ketika seorang pria bersenjata mencoba membunuhnya selama kampanye Pemilu di Butler, Pennsylvania, pada Juli 2024.

Secret Service adalah badan yang bertugas melindungi presiden dan mantan presiden AS. Badan seperti ini, di Indonesia dikenal sebagai Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Baca Juga: Sniper yang Tembak Donald Trump saat Kampanye Tewas Ditembak Secret Service

Trump telah menghadapi beberapa kali percobaan pembunuhan selama kampanye Pemilu 2024. Kepemimpinan USSS selama ini telah diawasi dan dikritik atas kelalaian keamanan setelah percobaan pembunuhan terhadap Trump di Butler, yang berpuncak pada pengunduran diri direkturnya; Kimberly Cheatle.

"Presiden Trump akan menunjuk Sean Curran, yang mengepalai bodyguard pribadinya, untuk menjadi Direktur Secret Service," tulis Donald Trump Jr di X.

“Sean adalah seorang patriot yang hebat dan akan menghentikan semua kegilaan ini untuk selamanya. Tidak ada orang yang lebih baik untuk posisi ini!" imbuh dia.

Pada Juli tahun lalu, di Butler, seorang pria bersenjata berhasil mencapai jarak 150 meter dan melepaskan beberapa tembakan sebelum terbunuh, menyerempet telinga Trump, menewaskan seorang peserta kampanye, dan melukai dua lainnya.

Pria bersenjata lainnya ditangkap pada bulan September setelah dia melakukan penyergapan di lapangan golf milik Trump di Florida.

Salah satu kritik utama yang ditujukan kepada USSS, polisi setempat, dan lembaga penegak hukum federal setelah upaya pembunuhan pertama terhadap Trump adalah komunikasi mereka yang tidak efektif, yang memungkinkan pria bersenjata tersebut melanggar keamanan dan mencapai jarak 150 meter dari Trump dengan senapan.

Seorang sniper USSS membunuh pria bersenjata tersebut, yang diidentifikasi sebagai Thomas Crooks, setelah dia melepaskan beberapa tembakan.

"Trump menginginkan seseorang yang dapat dipercaya, dan mereka jelas telah mengembangkan ikatan setelah [penembakan di] Pennsylvania," kata Bill Gage, mantan agen USSS di bawah Presiden George W Bush dan Barack Obama, kepada Fox News, yang dilansir Minggu (19/1/2025).

Meskipun ada kesalahan yang dibuat oleh tim pendahulu, Gage mencatat bahwa agen yang ditugaskan untuk Trump, termasuk Curran, bekerja persis seperti yang dilatih.

Sementara itu, CNN mengkritik pilihan Trump, mengutip sumber anonim yang mengeklaim bahwa Curran tidak memiliki pengalaman manajerial yang dibutuhkan untuk menjalankan badan yang besar dan kompleks.

Meskipun dia mengawasi sekitar 85 orang dalam tim keamanan Trump, Curran tidak pernah mengelola anggaran atau operasi dalam skala ribuan orang dari USSS, menurut CNN.

Curran akan menggantikan Ron Rowe, yang mengambil alih kepemimpinan USSS setelah pengunduran diri Cheatle pada bulan Juli karena pengawasan ketat terhadap kelalaian badan tersebut setelah percobaan pembunuhan pertama terhadap Trump.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved