Israel Tolak Kembalikan Jasad Pemimpin Hamas Yahya Sinwar dalam Kesepakatan Gencatan Senjata
Rabu, 15 Januari 2025 - 00:01 WIB
loading...
Mendiang Pemimpin Hamas Yahya Sinwar. Foto/tasnim
A
A
A
TEL AVIV - Seorang pejabat Israel dengan tegas menolak memasukkan jenazah pemimpin Hamas yang syahid, Yahya Sinwar, dalam kesepakatan pertukaran tahanan apa pun.
"Itu tidak akan terjadi. Titik," tegas pejabat itu menurut Times of Israel, menyusul laporan tuntutan Hamas selama negosiasi gencatan senjata.
Surat kabar Saudi Al-Hadath sebelumnya melaporkan klaim yang belum dikonfirmasi bahwa gerakan perlawanan Palestina mencari jenazah Sinwar sebagai bagian dari tahap awal gencatan senjata yang potensial.
Sinwar, yang menggantikan Ismail Haniyeh sebagai pemimpin Biro Politik Hamas pada bulan Agustus, tewas pada tanggal 18 Oktober selama konfrontasi dengan pasukan pendudukan.
Bertentangan dengan klaim Israel bahwa dia bersembunyi dengan "sandera", Sinwar tewas di garis depan dalam pertarungan yang menantang dan simbolis sampai akhir.
Sementara itu, Hamas mengumumkan kemajuan dalam pembicaraan gencatan senjata yang dimediasi dengan Qatar dan Mesir.
Pernyataan dari kelompok perlawanan Palestina menyatakan optimisme tentang negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang di Gaza dan mengamankan pertukaran tahanan dengan Israel.
"Itu tidak akan terjadi. Titik," tegas pejabat itu menurut Times of Israel, menyusul laporan tuntutan Hamas selama negosiasi gencatan senjata.
Surat kabar Saudi Al-Hadath sebelumnya melaporkan klaim yang belum dikonfirmasi bahwa gerakan perlawanan Palestina mencari jenazah Sinwar sebagai bagian dari tahap awal gencatan senjata yang potensial.
Sinwar, yang menggantikan Ismail Haniyeh sebagai pemimpin Biro Politik Hamas pada bulan Agustus, tewas pada tanggal 18 Oktober selama konfrontasi dengan pasukan pendudukan.
Bertentangan dengan klaim Israel bahwa dia bersembunyi dengan "sandera", Sinwar tewas di garis depan dalam pertarungan yang menantang dan simbolis sampai akhir.
Sementara itu, Hamas mengumumkan kemajuan dalam pembicaraan gencatan senjata yang dimediasi dengan Qatar dan Mesir.
Pernyataan dari kelompok perlawanan Palestina menyatakan optimisme tentang negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang di Gaza dan mengamankan pertukaran tahanan dengan Israel.
Lihat Juga :