Kewalahan Atasi Kebakaran Los Angeles, Muncul Opsi 60 Pesawat Ciduk Laut Samudra Pasifik

Selasa, 14 Januari 2025 - 07:18 WIB
loading...
A A A
Dampak jangka panjang air laut terhadap pohon dan tanah belum sepenuhnya dipahami, kata Patrick Megonigal, seorang ahli ekologi ekosistem di Smithsonian Environmental Research Center.

Megonigal, yang telah mempelajari bagaimana hutan pesisir yang secara historis bebas garam bereaksi terhadap paparan air asin, menulis dalam sebuah artikel untuk The Conversation bahwa kondisi kering di California Selatan dapat menyebabkan garam bertahan di tanah, yang mungkin tidak dapat ditoleransi oleh beberapa pohon.

"Eksperimen laboratorium kami menunjukkan bahwa garam menyebabkan tanah liat dan partikel lainnya menyebar dan bergerak di dalam tanah. Perubahan kimia dan struktur tanah seperti itu dapat bertahan selama bertahun-tahun," tulisnya.

Apakah Air Los Angeles Cukup untuk Padamkan Api?


Karena air laut bukanlah pilihan terbaik untuk memadamkan api yang sedang berlangsung, pertanyaannya tetap apakah ada cukup air untuk memadamkan api.

Anggota Parlemen Judy Chu, seorang politisi Partai Demokrat yang mewakili daerah yang hancur oleh kebakaran hutan Los Angeles, mengatakan kepada "Face the Nation with Margaret Brennan" bahwa badan pemadam kebakaran telah meyakinkannya bahwa ada "cukup air" untuk terus memadamkan api di tengah kekhawatiran atas tekanan air di daerah tersebut.

Dia mengatakan bahwa ketika kebakaran pertama kali terjadi, yang dipicu oleh angin kencang, pemadam kebakaran kewalahan.

"Ini bukan insiden biasa, dan banyak hidran kebakaran menyala pada saat yang sama, dan juga listrik yang digunakan untuk memompa air telah dimatikan sehingga tidak akan memicu kebakaran lagi," kata Chu.

"Jadi itu terjadi pada saat itu, tetapi saya yakin bahwa kita berada di tempat yang baik sekarang."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Infografis
7 Artis Jadi Korban...
7 Artis Jadi Korban Kebakaran Los Angeles, Dalyce Curry Tewas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved