Rusia Klaim Jadi Pemenang dalam Adidaya Tanah Jarang

Senin, 13 Januari 2025 - 15:21 WIB
loading...
A A A
Untuk meningkatkan produksi, langkah-langkah telah disetujui pada tahun 2020 untuk memangkas pajak penambangan tanah jarang dari 8 menjadi 4,8%, keringanan pajak yang lebih besar pada produksi baru selama 10 tahun pertama, dan pinjaman lunak dengan suku bunga yang disubsidi negara.

Rosatom adalah pemimpin di sektor tanah jarang Rusia. Produksinya diperkirakan mencapai 2.700 ton pada tahun 2025, dan 7.500 ton pada tahun 2030. Hingga saat ini, Pabrik Magnesium Solikamsk milik Rosatom di Perm, yang dibangun pada tahun 1930-an, menghasilkan hampir 100% dari produksi tanah jarang Rusia.

Ladang-ladang utama lain yang mengandung mineral langka dan strategis meliputi endapan Tomtorskoye di Yakutia, yang ditemukan pada tahun 1977 dan mengandung sekitar 3,2 juta ton oksida, dan endapan Kolmozerskoye di wilayah Murmansk, yang ditemukan pada tahun 1950-an dan mengandung hingga 844.000 ton litium oksida dan bijih lainnya.

Melansir Sputnik News, lokasi-lokasi tambahan yang mengandung konsentrasi mineral utama meliputi lokasi penambangan Zashikhinskoye, ladang gas Kovytka yang belum dimanfaatkan, dan ladang minyak Yaraktinskoye, semuanya di Irkutsk, endapan litium Polmostundrovskoye di Murmansk, endapan Zavitinskoye di Transbaikal, proyek penambangan Tyrnyauz di Kabardino-Balkaria, proyek Kongor-Chrome di Yamalia, dan endapan Saranovskoye di Perm.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved