Hari Ini Batas Akhir Penyidik Korea Selatan Tangkap Presiden Yoon Suk-yeol

Senin, 06 Januari 2025 - 10:35 WIB
loading...
A A A
"Jika mereka mendapat surat perintah lagi, kami akan datang lagi," ujarnya.

Di bawah kabut fajar, puluhan anggota Parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat pendukung Yoon muncul di depan kediaman presiden.

Polisi bergerak untuk memblokir jalan guna mengantisipasi protes di hari berikutnya, karena puluhan orang yang mendukung dan menentang Yoon dari hari sebelumnya menerjang suhu di bawah nol derajat setelah berkemah semalaman.

"Saya sudah berada di sini lebih lama daripada CIO sekarang. Tidak masuk akal mengapa mereka tidak bisa melakukannya. Mereka harus segera menangkapnya," kata penyelenggara protes anti-Yoon, Kim Ah-young, berusia 30-an tahun.

Jika surat perintah tujuh hari berakhir, penyidik harus mengajukan surat perintah lain, yang kemungkinan akan diberikan oleh pengadilan pilihan mereka dengan alasan yang sama dengan surat perintah awal yang dikeluarkan—bahwa Yoon menolak untuk muncul untuk diinterogasi atas keputusan darurat militernya.

Pengacara Yoon telah berulang kali mengatakan bahwa surat perintah penangkapan itu "melanggar hukum" dan "ilegal", dan berjanji untuk mengambil tindakan hukum lebih lanjut terhadapnya.

Dinas Keamanan Presiden Yoon juga mengatakan kemarin bahwa pihaknya tidak akan mengizinkan penyidik untuk menangkap presiden yang diskors tersebut.

Namun, demokrasi Asia Timur yang dinamis itu akan menemukan dirinya di wilayah yang belum dipetakan dengan cara apa pun—presiden yang sedang menjabat akan ditangkap, atau dia akan terhindar dari penahanan yang diperintahkan pengadilan.

Saat waktu terus berjalan sesuai surat perintah penangkapan, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken tiba di Seoul pagi ini untuk melakukan pembicaraan dengan beberapa pejabat pemerintah di Seoul termasuk penjabat presiden Choi Sang-mok, yang juga menteri keuangan.

Diplomat tinggi Washington tidak dijadwalkan untuk bertemu Yoon tetapi akan mengadakan konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Cho Tae-yul, yang tidak terancam pemakzulan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
Pabrik Senjata dan Dirgantara...
Pabrik Senjata dan Dirgantara Meledak di Korsel Tewaskan 5 Orang, Apakah Ada Sabotase?
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Trump Beri Batas Waktu...
Trump Beri Batas Waktu 100 Hari untuk Akhiri Perang Ukraina-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved