Zelensky Akui Banyak Pasukan Membelot, Bisa Capai 200.000 Tentara Ukraina

Jum'at, 03 Januari 2025 - 16:41 WIB
loading...
Zelensky Akui Banyak...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto/telegram
A A A
KIEV - PresidenUkraina Volodymyr Zelensky mengakui pembelotan di militer melonjak pada tahun 2024 di tengah meningkatnya kelelahan perang dan kekurangan pasukan cadangan.

Laporan tentang tentara yang membelot dari posisi mereka tanpa izin semakin banyak muncul di media dalam beberapa bulan terakhir karena pasukan Rusia telah mengintensifkan operasi mereka di Donbass.

Pada bulan November, AP melaporkan 100.000 tentara Ukraina secara resmi didakwa dengan pembelotan. Namun, jumlah sebenarnya bisa dua kali lebih tinggi atau 200.000 tentara, menurut perkiraan.

Selama wawancara televisi di Telemarathon Ukraina pada hari Kamis (2/1/2025), Zelensky mengakui masalah tersebut.

Dia mengklaim meskipun pembelotan meningkat secara signifikan tahun lalu, tren tersebut telah melambat sejak puncaknya di musim gugur.

“Kasus pembelotan meningkat pada tahun 2024, tetapi sejak September atau Oktober jumlahnya menurun,” ujar dia.

Dia menjelaskan, “Perang yang panjang adalah perang yang panjang. Rakyat kita bertahan, dan rakyat menjadi lelah. Mereka menjadi lelah di mana-mana.”

Zelensky juga mencatat kurangnya bala bantuan merupakan faktor utama. “Tidak banyak cadangan. Mengapa? Karena tidak semuanya datang untuk memasok cadangan,” ujar dia.

Financial Times baru-baru ini melaporkan salah satu penyebab utama tingginya angka desersi di ketentaraan adalah kurangnya rotasi, yang membuat beberapa prajurit memandang desersi sebagai satu-satunya pilihan mereka untuk mendapatkan bantuan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah mendekriminalisasi pelanggaran desersi pertama kali bagi prajurit yang kembali bertugas pada 1 Januari 2024.

Yang memperparah masalah ini adalah kampanye wajib militer Ukraina yang sedang berjuang. Awal tahun ini, Kiev menurunkan usia mobilisasi menjadi 25 tahun dan meningkatkan hukuman bagi penghindaran wajib militer.

Video upaya agresif oleh petugas wajib militer untuk menangkap orang telah tersebar di media sosial, yang memicu reaksi keras.

Amerika Serikat (AS), pendukung militer terbesar Ukraina, telah mendesak Kiev menurunkan usia wajib militernya menjadi 18 tahun.

Media Ukraina dan beberapa diplomat Rusia telah berspekulasi Zelensky dapat menggunakan langkah ini sebagai alat tawar-menawar yang potensial.

Baca juga: Aktivis Oposisi Mesir dan Putra Ulama Yusuf al-Qaradawi Ditangkap di Lebanon
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
Berita Terkini
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved