3 Hal Diketahui dari Ekstraksi Black Box Jeju Air yang Tragedinya Tewaskan 179 Orang

Jum'at, 03 Januari 2025 - 15:19 WIB
loading...
3 Hal Diketahui dari...
Ada tiga hal yang diketahui dari ekstraksi black box Jeju Air yang tragedinya menewaskan 179 orang di Korea Selatan. Foto/Yonhap
A A A
SEOUL - Kotak hitam (black box) Jeju Air Penerbangan 7C2216 yang mengalami kecelakaan menjadi harapan untuk mengungkap penyebab tragedi di Korea Selatan tersebut.

Tim penyelidik dilaporkan telah mengekstrak data awal dari salah satu kotak hitam yang ditemukan.

Pesawat Boeing 737-800 ini terbang dari Bandara Internasional Suvarnabhumi, timur Bangkok, Thailand. Ia mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12/2024) pagi waktu setempat.

Rekaman video dari insiden itu menunjukkan pesawat keluar dari landasan pacu sebelum menabrak dinding pagar bandara, meledak, dan terbakar hebat.

Baca Juga: Ini Rahasia 2 Pramugari Bisa Selamat dalam Tragedi Jeju Air yang Tewaskan 179 Orang

Sebanyak 179 dari 181 orang di dalamnya tewas. Dua orang yang selamat adalah pramugari yang duduk di bagian belakang pesawat.

Investigator Korea Selatan dan Amerika Serikat, termasuk dari Boeing, masih mencari penyebab pasti dari tragedi mematikan ini.

Beberapa pejabat Korea Selatan mengatakan bahwa tim penyelidik melakukan ekstrak data awal dari kotak hitam yang ditemukan.

Hal Diketahui dari Ekstraksi Black Box Jeju Air yang Mengalami Kecelakaan

1. Ekstraksi Awal Sudah Selesai


Sejak insiden terjadi, tim investigator gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat, menyisir lokasi kecelakaan pesawat. Di sana, mereka mengambil dua kotak hitam dengan salah satunya yang sudah selesai diekstrak.

Mengutip Al Jazeera, Wakil Menteri Penerbangan Sipil, Joo Jong-wan mengatakan bahwa ekstraksi awal data dari perekam suara kokpit telah selesai. Nantinya, data itu akan diubah menjadi berkas audio.

“Berdasarkan data awal ini, kami berencana untuk mulai mengubahnya ke format audio,” katanya.

2. Black Box Kedua Dikirim ke AS


Black box atau kotak hitam kedua yang berupa perekam data penerbangan akan dikirim ke Amerika Serikat. Sebab, penyelidik lokal tidak dapat memulihkan informasi yang ada di dalamnya.

Sebelumnya, penyelidik di Korea Selatan mengatakan tidak mungkin untuk memecahkan kode lokal perekam data penerbangan yang rusak dalam kecelakaan tersebut. Selain rusak, ada bagian seperti konektor penting yang hilang, sehingga semakin menyulitkan pemecahan kode.

3. Diharapkan Bisa Memberi Banyak Informasi


Tim penyelidik yang dikerahkan untuk menyelidiki kecelakaan mematikan Jeju Air di Korea Selatan terus berusaha mengungkap penyebab pasti dari insiden tersebut. Harapan muncul saat mereka mengambil data awal dari salah satu kotak hitam pesawat yang ditemukan.

Para penyelidik berharap data penerbangan dan perekam suara yang diekstrak nantinya akan memberikan banyak informasi. Hal ini khususnya tentang saat-saat krusial menjelang tragedi.

Itulah beberapa hal yang diketahui dari ekstraksi black box penerbangan Jeju Air yang mengalami kecelakaan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Pilot Jet Tempur F-15...
Pilot Jet Tempur F-15 AS Ungkap Ngerinya Serangan Drone Iran, Bentuk Formasi Ubur-Ubur
Rekomendasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved