Aktivis Oposisi Mesir dan Putra Ulama Yusuf al-Qaradawi Ditangkap di Lebanon

Jum'at, 03 Januari 2025 - 14:49 WIB
loading...
Aktivis Oposisi Mesir...
Abdul Rahman al-Qaradawi, aktivis oposisi Mesir yang diburu Kairo. Foto/lbcgroup.tv
A A A
BEIRUT - Sekelompok pengacara dan aktivis menyerukan pembebasan segera Abdul Rahman al-Qaradawi, aktivis oposisi Mesir yang diburu Kairo yang ditahan otoritas Lebanon saat dia tiba dari Suriah di perbatasan Masnaa.

“Al-Qaradawi, juga seorang penyair dan putra mendiang pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin (IM), ditangkap selama akhir pekan karena surat perintah penangkapan dari Mesir,” ungkap seorang pejabat pengadilan Lebanon.

“Surat perintah tersebut didasarkan pada putusan pengadilan Mesir yang menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada al-Qaradawi secara in absentia atas tuduhan menentang negara dan menghasut terorisme," papar pejabat tersebut.

Pengacara Al-Qaradawi, Mohammed Sablouh, pada hari Minggu (29/12/2024) meminta otoritas Lebanon untuk mengizinkan kliennya berbicara dengan keluarganya.

“(Kami ingin) memastikan bahwa orang ini (al-Qaradawi) bisa disiksa di negaranya (Mesir), sebagai upaya untuk mencegahnya diserahkan dan dikembalikan,” papar dia.

Sablouh menambahkan al-Qaradawi memiliki kewarganegaraan Turki, dan meminta agar dia diizinkan untuk bepergian ke Turki.

Ayah al-Qaradawi adalah ulama Sunni terkemuka Yusuf al-Qaradawi, pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin, yang dilarang di Mesir.

Almarhum ulama tersebut dipenjara beberapa kali di Mesir karena hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin sebelum dia meninggal pada tahun 2022 saat berada di pengasingan.

“Pihak berwenang Lebanon akan meminta pihak berwenang Mesir menyerahkan berkas Abdul Rahman al-Qaradawi untuk diperiksa,” ungkap pejabat pengadilan tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang berbicara kepada media.

“Peradilan akan membuat rekomendasi mengenai apakah syarat-syarat terpenuhi agar dia dapat diekstradisi dan masalah tersebut akan dirujuk ke pemerintah Lebanon, yang harus membuat keputusan akhir,” ujar pejabat tersebut.

Kampanye yang diluncurkan oleh para aktivis bertujuan menekan otoritas Lebanon dan mendesak mereka menghormati hukum internasional yang terkait dengan perlindungan para pembangkang politik dan mencegah ekstradisi mereka ke negara-negara yang dapat menimbulkan ancaman terhadap nyawa mereka.

Al-Qaradawi, 53 tahun, adalah seorang organisator politik yang menentang rezim pemimpin lama Mesir Hosni Mubarak, yang digulingkan pada tahun 2011 dalam pemberontakan Musim Semi Arab.

Dia kemudian menjadi penentang vokal pemimpin Mesir saat ini Abdel Fattah el-Sisi, yang pada tahun 2013 menggulingkan Presiden Mohamed Morsi yang terpilih secara demokratis melalui pemilu.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan otoritas Mesir telah menahan puluhan ribu orang sebagai tahanan politik.

Baca juga: Pasukan Israel Serbu Kota di Lebanon Meskipun Gencatan Senjata
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Viral! Sekuriti Apartemen...
Viral! Sekuriti Apartemen Temukan Emas Ratusan Juta di Tempat Sampah, Kembalikan ke Pemilik
Rekomendasi
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved