Susul Serangan Teroris Tewaskan 15 Orang, Tesla Cybertruck Meledak di Luar Trump International Hotel

Kamis, 02 Januari 2025 - 09:33 WIB
loading...
Susul Serangan Teroris...
Susul serangan teroris yang tewaskan 15 orang di New Orleans, sebuah Cybertruck buatan Tesla meledak di Luar Trump International Hotel di Las Vegas, AS. Foto/Sky News
A A A
LAS VEGAS - Satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka setelah sebuah Cybertruck buatan Tesla meledak dahsyat di luar Trump International Hotel di Las Vegas, Amerika Serikat (AS), pada Hari Tahun Baru. Ini terjadi usai serangan mobil menewaskan 15 orang di New Orleans, yang dinyatakan sebagai serangan teroris.

Ledakan Cybertruck sekarang sedang diselidiki sebagai kemungkinan serangan teroris, menurut tiga anggota penegak hukum senior yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut.

Rekaman insiden mematikan itu, yang diambil pada Rabu pagi waktu setempat, menunjukkan kendaraan listrik buatan Tesla itu meledak menjadi bola api saat diparkir tepat di luar pintu masuk hotel.

Seseorang yang berada di dalam Cybertruck pada saat itu meninggal dan tujuh lainnya menderita luka ringan.

Baca Juga: Mobil Tabraki Kerumunan Tewaskan 15 Orang di New Orleans, AS Sebut Serangan Teroris

Video lain, yang diambil dari dalam hotel, menunjukkan api keluar dari kendaraan saat alarm berbunyi di dalam gedung.

Dalam sebuah postingdiX, Elon Musk—miliarder yang merupakan bos Tesla—mengeklaim telah dipastikan bahwa ledakan itu disebabkan oleh kembang api yang sangat besar dan/atau bom yang dibawa di bak Cybertruck sewaan.

Dia mengatakan insiden yang menyebabkan mobil meledak dan terbakar itu tidak terkait dengan kendaraan itu sendiri. "Semua telemetri kendaraan positif pada saat ledakan," kata Musk.

CBS News pada Kamis (2/1/2025)melaporkan bahwa dua sumber yang mengetahui penyelidikan tersebut mengonfirmasi bahwa pihak berwenang sedang berupaya menentukan apakah kembang api bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Musk melanjutkan dengan mengeklaim: "Para penjahat itu memilih kendaraan yang salah untuk melakukan serangan teroris."

"Cybertruck sebenarnya menahan ledakan dan mengarahkan ledakan ke atas. Bahkan pintu kaca lobi tidak pecah," katanya.

Dalam unggahan lainnya, pendiri Tesla mengeklaim insiden itu tampaknya merupakan tindakan terorisme dan mengisyaratkan bahwa insiden itu mungkin terkait dengan serangan di New Orleans, dengan menulis: "Baik Cybertruck ini maupun bom bunuh diri F-150 di New Orleans disewa dari Turo. Mungkin keduanya terkait dalam beberapa hal."

Setidaknya 15 orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah seorang pria menabrakkan truk pikap ke arah orang-orang yang merayakan Tahun Baru di kota Louisiana, New Orleans. Penegak hukum menangani insiden itu sebagai tindakan terorisme.

Presiden AS Joe Biden sejak itu mengonfirmasi bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki "kemungkinan hubungan" antara serangan truk yang mematikan di New Orleans dan ledakan Cybertruck di Las Vegas.

"Penegak hukum sedang menyelidiki ledakan kendaraan Tesla termasuk apakah ada kemungkinan hubungan dengan serangan di New Orleans," kata Biden kepada wartawan.

"Sejauh ini, belum ada yang perlu dilaporkan terkait hal itu," ujarnya.

Berbicara pada konferensi pers mengenai ledakan Cybertruck, Sheriff Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas Kevin McMahill merujuk pada serangan New Orleans tetapi tidak secara eksplisit menghubungkan kedua kasus tersebut.

“Kami sangat menyadari apa yang telah terjadi di New Orleans dengan peristiwa yang terjadi di sana, dan jumlah korban di sana serta IED (bom rakitan) tambahan,” katanya.

“Jadi seperti yang dapat Anda bayangkan, dengan ledakan di Las Vegas Boulevard yang ikonik ini, kami mengambil semua tindakan pencegahan yang perlu kami ambil untuk menjaga keamanan komunitas kami," paparnya.

“Sepertinya tidak ada ancaman lebih lanjut terhadap komunitas kami sekarang.”

Ledakan Cybertruck itu dilaporkan sekitar pukul 08.40 pagi waktu setempat, dengan McMahill tidak menyebutkan apakah orang yang tewas dalam kendaraan itu seorang pria atau wanita.

“Kami diberi tahu bahwa Cybertruck 2024 berhenti di depan hotel, dan, faktanya, saya dapat memberi tahu Anda bahwa truk itu berhenti tepat di depan pintu masuk kaca hotel,” katanya.

“Kami melihat asap mulai mengepul dari kendaraan itu, dan kemudian terjadi ledakan dari truk itu.”

Dia mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki “sejumlah petunjuk”.

Hotel itu telah dievakuasi dan lebih banyak tamu telah dipindahkan ke Resorts World Las Vegas di dekatnya.

Penyelidik belum mengungkapkan apa yang menyebabkan ledakan itu dan masyarakat diminta untuk menjauh dari hotel.

Sebelumnya, Musk mengatakan: "Seluruh tim senior Tesla sedang menyelidiki insiden mematikan itu saat ini juga."

"Akan segera mengunggah informasi lebih lanjut setelah kami mengetahui informasi terbaru. Kami belum pernah melihat yang seperti ini," katanya.

Seorang tamu yang menginap di hotel tersebut saat ledakan terjadi mengEklaim kekuatan ledakan mengguncang jendela.

Tamu yang dikenal dengan nama Stephen Felando di X itu merekam kepulan asap yang mengepul di bawah kamarnya.

"Astaga, ledakan besar baru saja terjadi di sini...Sesuatu yang besar baru saja meledak di Las Vegas Trump International," katanya.

"Sesuatu baru saja meledak di bagian valet. Sesuatu baru saja meledak, jendela di sini bergetar dan berguncang. Saya tidak tahu apa yang terjadi."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay Umumkan Hari Libur Nasional
Rekomendasi
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Sejarawan dan Akademisi...
Sejarawan dan Akademisi Apresiasi Kepemimpinan Wali Kota Agustina Selamatkan Artefak dan Arsip Kemaritiman
Surat Perpisahan Ronald...
Surat Perpisahan Ronald Koeman Usai Belanda Terusir di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Infografis
Balas Ukraina, Rudal...
Balas Ukraina, Rudal Rusia Tewaskan 13 Orang di Zaporizhzhia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved