Bantah Langgar Wilayah, Rusia Balik Tuding AS Tingkatkan Ketegangan di Eropa

Selasa, 01 September 2020 - 19:38 WIB
loading...
Bantah Langgar Wilayah,...
Pesawat Su-27 Rusia mencegat pesawat pembom B-52 AS dalam jarak 30 meter. Foto/Airspace Review
A A A
MOSKOW - Rusia menuduh Amerika Serikat (AS) meningkatkan ketegangan di Eropa dengan mengadakan latihan tembak langsung di sekitar perbatasannya. Kementerian Pertahanan Rusia juga membantah tuduhan NATO bahwa jet Rusia memasuki wilayah udara Denmark.

Dalam sebuah pernyataan, kedutaan Rusia di Washington mengatakan pihaknya menganggap penggunaan beberapa sistem roket peluncuran oleh angkatan bersenjata AS selama latihan di Estonia menjadi provokatif dan sangat berbahaya bagi stabilitas regional.

"Rusia telah berulang kali mengusulkan kepada Amerika Serikat dan sekutunya untuk batasi kegiatan pelatihan dan untuk mengalihkan zona latihan dari jalur kontak Rusia-NATO," bunyi pernyataan itu.

"Mengapa aksi demonstrasi ini berderak-derak? Sinyal apa yang ingin dikirim anggota NATO kepada kami? Siapa yang sebenarnya meningkatkan ketegangan di Eropa? Dan ini semua terjadi dalam konteks situasi politik yang memburuk di wilayah Eropa itu (di Belarus)," sambung pernyataan itu.

"Pertanyaan retorisnya adalah - bagaimana reaksi Amerika jika terjadi penembakan oleh militer kami di perbatasan AS?" kedutaan Rusia menambahkan seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (1/9/2020).

Dari tanggal 1 hingga 10 September, latihan perang gabungan oleh brigade infanteri dari Angkatan Bersenjata Baltik dan Brigade Artileri Lapangan ke-41 dari Angkatan Darat AS akan berlangsung di Estonia. Ini adalah latihan tembak langsung pertama oleh artileri AS di luar pangkalan permanen mereka di Eropa.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia menjelaskan bahwa Su-27, bergegas untuk mengidentifikasi pembom strategis Angkatan Udara AS, terbang di atas perairan netral Laut Baltik, tanpa melanggar perbatasan Denmark. Komentar itu muncul sebagai tanggapan atas tuduhan NATO bahwa pesawat tempur Rusia itu mengikuti B-52 hingga memasuki wilayah udara Denmark di atas pulau itu, melakukan pelanggaran signifikan terhadap wilayah udara anggota NATO.(Baca: Jet Tempur Rusia Cegat Pembom B-52 AS dalam Jarak 30 Meter, Pentagon Marah )

"Kementerian Pertahanan membantah pernyataan Aliansi Atlantik Utara tentang pelanggaran perbatasan negara Denmark oleh pesawat tempur Su-27 Rusia," kata seorang pejabat.

Ia menambahkan bahwa penerbangan tersebut dilakukan sesuai dengan peraturan yang ketat di wilayah udara internasional.

"Pada hari Senin, kontrol wilayah udara Rusia atas perairan netral Laut Baltik mendeteksi tiga target udara yang mendekati perbatasan Rusia," kata kementerian tersebut, seperti yang dikutip oleh kantor berita TASS.

"Untuk mengidentifikasi mereka, tiga Su-27 dari pasukan pertahanan udara Armada Baltik diterbangkan. Awak pesawat tempur Rusia mengidentifikasi target udara sebagai pembom strategis B-52H Angkatan Udara AS. Pesawat tempur Rusia kembali ke pangkalan mereka setelah pesawat Amerika meninggalkan perbatasan negara Rusia," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.(Baca: Unjuk Kekuatan, Enam Bomber B-52 AS Akan Terbang di Langit 30 Negara NATO )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved