Abaikan Keberatan Pejabat Lokal, Trump Akan Kunjungi Kenosha

Selasa, 01 September 2020 - 19:06 WIB
loading...
Abaikan Keberatan Pejabat...
Presiden AS Donald Trump akan mengunjungi Kenosha yang dilanda kerusuhan rasial. Foto/CNN
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan mengunjungi Kenosha, Wisconsin, pada Selasa (1/9/2020) waktu setempat. Trump mengabaikan keinginan para pejabat yang memintanya menjauh dari kota, yang masih dilanda huru hara akibat penembakan terhadap pria Afro-Amerika tidak bersenjata oleh polisi dan memicu demonstrasi yang berubah mematikan.

Meski mengunjungi Kenosha, Trump diperkirakan tidak akan bertemu dengan keluarga Jacob Blake, pria yang ditembak di punggung tujuh kali oleh petugas polisi. Trump mengklaim bahwa dia tidak bertemu dengan keluarga Blake selama kunjungannya di Wisconsin karena mereka ingin melibatkan pengacara.(Baca: Polisi AS Tembak Pria Kulit Hitam 7 Kali, Kerusuhan Pecah di Kenosha )

Menurut jadwal publik Trump, yang disitir dari CNN, Presiden diharapkan memulai perjalanannya pada Selasa sore dengan kunjungan ke properti yang terkena dampak kerusuhan baru-baru ini. Dia kemudian dijadwalkan untuk mengunjungi sekolah menengah setempat dan pusat operasi darurat kota. Sebelum meninggalkan Kenosha, dia akan berpartisipasi dalam pertemuan yang berfokus pada keamanan komunitas.

Kunjungan Trump ke negara bagian itu adalah upaya lain untuk melanjutkan kampanyenya yang menghubungkan kota-kota dan negara bagian yang dikelola Demokrat dengan kekerasan menjelang pemilu November mendatang dalam upaya untuk menggambarkan dirinya sebagai calon yang taat hukum.

Senator Partai Republik dari Wisconsin Ron Johnson mentweet bahwa dia akan menyambut Trump di negara bagian asalnya. Tetapi pejabat lain di negara bagian itu telah memperingatkan agar perjalanan itu tidak dilakukan.

Gubernur Wisconsin dari Partai Demokrat Tony Evers meminta Trump untuk tidak mengunjungi Kenosha karena kota itu tengah bekerja untuk pulih dan mencegah pengalihan sumber daya lokal untuk kunjungan presiden.(Baca: Buntut Kerusuhan di Kenosha, Wisconsin Nyatakan Keadaan Darurat )

Walikota Kenosha John Antaramian, seorang politisi Demokrat, mengatakan kepada CNN bahwa dia kecewa karena Presiden akan datang.

"Komunitas kami telah melalui banyak hal dan tidak ada waktu sekarang untuk memainkan politik. Kami lebih suka Presiden menunggu setidaknya satu minggu atau lebih sebelum datang berkunjung," kata Antaramian.

"Presiden selalu diterima. Tapi kali ini, waktunya salah," imbuhnya seperti dikutip dari kantor berita yang berbasis di AS itu.

Walikota menawarkan sedikit informasi tentang rincian kunjungan yang akan datang, tetapi mengatakan dia tidak berharap menjadi bagian dari diskusi dengan Trump.

Jim Kreuser, Eksekutif Wilayah Kenosha, telah menggemakan sentimen serupa, dan Sheriff Wilayah Kenosha, David Beth, mengatakan kunjungan oleh tokoh besar mana pun akan menciptakan pekerjaan tambahan untuk departemen tersebut.(Baca: Gedung Putih Kirim Hampir 1.000 Garda Nasional & 200 Petugas Federal ke Kenosha )

Sementara itu, Joe Biden, calon presiden dari Partai Demokrat, mengatakan dia mempertimbangkan untuk berkunjung ke Wisconsin.

Penasihat Biden sedang membahas kemungkinan kunjungan secepatnya minggu ini, kata sumber yang mengetahui diskusi tersebut, menambahkan bahwa situasinya tetap cair.

Antaramian mengatakan dia juga ingin Biden menunggu seminggu sebelum berkunjung.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Venezuela Masih Mencekam...
Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah
Rekomendasi
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Berita Terkini
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved