Investigasi Media Israel: Bom Pembunuh Ismail Haniyeh Ditanam di Kamarnya di Teheran
Senin, 30 Desember 2024 - 10:07 WIB
loading...
A
A
A
Perangkat itu ditanam setelah upacara pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian, lanjut laporan investigasi tersebut.
Menurut laporan itu, persiapan operasi pembunuhan Haniyeh mencakup pengawasan ketat terhadap pergerakannya untuk memastikan bahwa dia tetap berada di ruangan tertentu pada beberapa kesempatan.
Operasi itu menghadapi tantangan besar ketika AC di kamar Haniyeh tidak berfungsi, sehingga ada kemungkinan dia akan dipindahkan ke lokasi lain. Namun, tim pemeliharaan berhasil mengatasi masalah itu, sehingga rencana itu dapat dilanjutkan.
Channel 12 melaporkan bahwa perencanaan operasi tersebut memakan waktu berbulan-bulan, dengan sumber yang tidak disebutkan namanya menggambarkan misi tersebut sebagai "salah satu operasi yang paling rumit dan sensitif" dan mengeklaim Haniyeh memainkan peran kunci dalam merencanakan serangan terhadap Israel.
Pada 23 Desember, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengakui tanggung jawab Israel atas pembunuhan Haniyeh.
Pengakuan Katz atas pembunuhan Haniyeh, menurut media Israel seperti Yedioth Ahronoth dan Channel 12, menandai pengakuan publik pertama atas operasi tersebut oleh seorang pejabat senior Israel.
Menurut laporan itu, persiapan operasi pembunuhan Haniyeh mencakup pengawasan ketat terhadap pergerakannya untuk memastikan bahwa dia tetap berada di ruangan tertentu pada beberapa kesempatan.
Operasi itu menghadapi tantangan besar ketika AC di kamar Haniyeh tidak berfungsi, sehingga ada kemungkinan dia akan dipindahkan ke lokasi lain. Namun, tim pemeliharaan berhasil mengatasi masalah itu, sehingga rencana itu dapat dilanjutkan.
Channel 12 melaporkan bahwa perencanaan operasi tersebut memakan waktu berbulan-bulan, dengan sumber yang tidak disebutkan namanya menggambarkan misi tersebut sebagai "salah satu operasi yang paling rumit dan sensitif" dan mengeklaim Haniyeh memainkan peran kunci dalam merencanakan serangan terhadap Israel.
Pada 23 Desember, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengakui tanggung jawab Israel atas pembunuhan Haniyeh.
Pengakuan Katz atas pembunuhan Haniyeh, menurut media Israel seperti Yedioth Ahronoth dan Channel 12, menandai pengakuan publik pertama atas operasi tersebut oleh seorang pejabat senior Israel.
Lihat Juga :