Tanpa Katakan Bersalah, Presiden Putin Minta Maaf atas Kecelakaan Pesawat Azerbaijan

Sabtu, 28 Desember 2024 - 21:33 WIB
loading...
Tanpa Katakan Bersalah,...
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan minta maaf terkait kecelakaan pesawat Azerbaijan. Foto/X
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin telah meminta maaf kepada presiden negara tetangga Azerbaijan atas jatuhnya pesawat komersial di wilayah udara Rusia, yang menewaskan 38 orang - tetapi tidak mengatakan Rusia bertanggung jawab.

Dalam komentar pertamanya tentang kecelakaan pada Hari Natal, Putin mengatakan "insiden tragis" itu terjadi ketika sistem pertahanan udara Rusia secara aktif menangkis pesawat nirawak Ukraina.

Telah dilaporkan bahwa pesawat itu diserang oleh sistem pertahanan udara Rusia saat mencoba mendarat di Chechnya - yang memaksanya untuk berbelok melintasi Laut Kaspia.

Pesawat itu mendarat darurat di Kazakhstan, menewaskan 38 dari 67 penumpang di dalamnya.

Kremlin merilis pernyataan pada hari Sabtu yang menyebutkan bahwa Putin telah berbicara dengan presiden Azerbaijan Ilham Aliyev melalui telepon.

Baca Juga: 4 Penyebab Pasukan Ukraina Yakin Akan Mengalami Kekalahan

"(Presiden) Vladimir Putin meminta maaf atas insiden tragis yang terjadi di wilayah udara Rusia dan sekali lagi menyampaikan belasungkawa yang dalam dan tulus kepada keluarga korban dan mendoakan pemulihan yang cepat bagi yang terluka," kata pernyataan itu.

Sebelum hari Sabtu, Kremlin belum mengomentari kecelakaan itu. Namun, otoritas penerbangan Rusia mengatakan situasi di wilayah itu "sangat rumit" karena serangan pesawat nirawak Ukraina di Chechnya.

Pakar penerbangan dan pihak lain di Azerbaijan percaya bahwa sistem GPS pesawat itu terpengaruh oleh gangguan elektronik dan kemudian rusak oleh pecahan peluru dari ledakan rudal pertahanan udara Rusia.

Korban selamat sebelumnya melaporkan mendengar suara keras sebelum pesawat jatuh, yang menunjukkan bahwa pesawat itu telah menjadi sasaran.

Azerbaijan belum secara resmi menuduh Rusia minggu ini, tetapi menteri transportasi negara itu mengatakan bahwa pesawat itu mengalami "gangguan eksternal" dan rusak di dalam dan luar saat mencoba mendarat.

Pejabat pertahanan AS pada hari Jumat juga mengatakan bahwa mereka yakin Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat itu.

Dalam panggilan telepon hari Sabtu, Putin mengakui bahwa pesawat Azerbaijan Airlines telah berulang kali mencoba mendarat di bandara Grozny di Chechnya pada tanggal 25 Desember.

Pada saat itu, Grozny, Mozdok dan Vladikavkaz diserang oleh pesawat nirawak Ukraina dan sistem pertahanan udara Rusia telah menangkis serangan tersebut, kata Putin menurut pernyataan Kremlin.

Melansir BBC, Moskow mencatat bahwa penyidik Rusia telah meluncurkan penyelidikan kriminal. Azerbaijan telah mengumumkan akan meluncurkan penyelidikan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Menteri Israel Kecam...
Menteri Israel Kecam AS karena Berdamai dengan Iran: Perilaku Tak Baik!
Rekomendasi
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
Ada Vladimir Putin,...
Ada Vladimir Putin, Berikut 4 Presiden Seumur Hidup di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved