Presiden DK PBB Indonesia Hentikan Langkah Sanksi AS pada Iran

Rabu, 26 Agustus 2020 - 05:05 WIB
loading...
Presiden DK PBB Indonesia...
Presiden DK PBB Indonesia berbicara dalam sidang di New York, AS. Foto/newyorktimes
A A A
NEW YORK - Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) Indonesia menyatakan pihaknya tidak dalam posisi mengambil langkah lebih lanjut pada upaya Amerika Serikat (AS) menerapkan kembali semua sanksi PBB pada Iran karena tak ada konsensus pada DK PBB.

Sebanyak 13 anggota DK PBB menentang langkah AS karena menggunakan proses dalam kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia yang AS sudah keluar dari kesepakatan itu dua tahun silam.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk PBB Dian Triansyah Djani yang menjadi presiden DK PBB untuk Agustus, merespon pertanyaan dari Rusia dan China tentang isu itu selama pertemuan tentang Timur Tengah.

Dubes AS untuk PBB Kelly Craft menyerang balik setelah Djani berbicara. “Izinkan saya membuatnya sangat, sangat jelas: pemerintahan Trump tidak takut berdiri dengan teman terbatas pada masalah ini. Saya hanya sesalkan bahwa anggota lain dewan ini telah tersesat jalannya dan sekarang menemukan menemukan dirinya sendiri berdiri di pihak para teroris,” kata Craft, dilansir Reuters.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo menyatakan dia memicu proses 30 hari untuk penerapan kembali semua sanksi internasional pada Iran dengan mengajukan gugatan pada DK PBB berisi tuduhan bahwa Iran melanggar kesepakatan nuklir 2015.

Dubes Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia berharap AS sekarang mencabut upaya snapback sanksi Iran. “Ini tidak hanya ilegal, tapi tidak akan mencapai hasil yang diharapkan oleh AS,” ujar Nebenzia.

Di Twitter, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan, “Intimidasi tanpa hukum oleh Pompeo membuat AS terisolasi lagi.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved