India Pesan 6 Sistem Roket Multibarel Pinaka untuk Disebar di Dekat China
Selasa, 01 September 2020 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Bulan lalu, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh telah mengumumkan larangan mutlak atas impor peralatan pertahanan termasuk sistem senjata berteknologi tinggi seperti senjata artileri, senapan serbu, korvet, sistem sonar, pesawat angkut, helikopter tempur ringan, dan radar.
Namun, dalam beberapa hari terakhir ketegangan India dan China di wilayah perbatasan Ladakh yang disengketakan kembali memanas. Para tentara kedua pihak bentrok tangan kosong di Pangong Tso, timur Ladakh, pada malam hari tanggal 29-30 Agustus.
Tak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut. India menuduh tentara China melalukan gerakan militer provokatif untuk mengubah status quo Ladakh. Namun, Beijing telah membantah tuduhan itu dan menuntut New Delhi menarik pasukannya dari Ladakh.(Baca juga: Reaksi Panglima TNI soal Insiden Penyerangan Mapolsek Ciracas )
Tentara kedua negara sebelumnya terlibat bentrok mematikan di Ladakh pada pertengahan Juni. India mengakui bahwa 20 tentaranya tewas dalam pertengkaran itu. Sedangkan China merahasiakan berapa jumlah tentaranya yang kemungkinan tewas.
Namun, dalam beberapa hari terakhir ketegangan India dan China di wilayah perbatasan Ladakh yang disengketakan kembali memanas. Para tentara kedua pihak bentrok tangan kosong di Pangong Tso, timur Ladakh, pada malam hari tanggal 29-30 Agustus.
Tak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut. India menuduh tentara China melalukan gerakan militer provokatif untuk mengubah status quo Ladakh. Namun, Beijing telah membantah tuduhan itu dan menuntut New Delhi menarik pasukannya dari Ladakh.(Baca juga: Reaksi Panglima TNI soal Insiden Penyerangan Mapolsek Ciracas )
Tentara kedua negara sebelumnya terlibat bentrok mematikan di Ladakh pada pertengahan Juni. India mengakui bahwa 20 tentaranya tewas dalam pertengkaran itu. Sedangkan China merahasiakan berapa jumlah tentaranya yang kemungkinan tewas.
(min)
Lihat Juga :