Bashar Al Assad Tumbang, Khamenei Usung 5 Strategi Pimpin Poros Perlawanan

Minggu, 22 Desember 2024 - 01:10 WIB
loading...
A A A
Banyak kelompok bersenjata mayoritas Syiah yang berpihak pada Iran sekarang menjadi bagian dari pasukan keamanan resmi Irak.

AS telah menjadi sekutu setia Israel selama perangnya di Gaza dan langkah-langkah lain di Timur Tengah.

4. Mengandalkan Irak

Poros tersebut tidak dapat lagi berfungsi sebagai jaringan negara dan milisi yang koheren yang membentang dari Iran hingga Levant, kata Vali Nasr, profesor hubungan internasional dan studi Timur Tengah di Sekolah Studi Internasional Lanjutan Universitas Johns Hopkins.

“Poros tersebut telah kehilangan jangkarnya di Levant. Meskipun masih ada di Irak dan Yaman, peran strategisnya tidak akan sama seperti sebelumnya,” katanya kepada Al Jazeera.

“Jika ingin relevan lagi, bentuknya harus berbeda dan bergantung pada situasi yang berkembang di Levant.”

Poros tersebut, yang telah membantu tujuan Iran untuk menjadi kekuatan regional, mencapai beberapa kemenangannya yang paling digembar-gemborkan selama perang saudara Suriah – ketika mempertahankan kekuasaan al-Assad dengan bantuan Rusia, dan memukul mundur ISIL (ISIS) dan kelompok bersenjata lainnya.

5. Memperkuat Ideologi

Poros yang dipimpin Iran dibangun di atas tiga pilar utama yang telah diubah oleh jatuhnya al-Assad, menurut Hamidreza Azizi, seorang peneliti tamu di Institut Jerman untuk Urusan Internasional dan Keamanan.

Yang pertama adalah hubungan geografis antara anggota-anggota utama, yang dilengkapi dan diperluas ke Mediterania oleh Hamas dan Jihad Islam Palestina di Gaza, dengan Houthi di Yaman yang menguasai sisi selatan, jelasnya.

Yang kedua adalah koordinasi dan persatuan yang erat antara anggota, dengan prinsip yang berarti ancaman terhadap satu anggota poros dianggap sebagai ancaman bagi semua, yang memicu respons kolektif.

“Pilar ketiga adalah fondasi ideologisnya: gagasan perlawanan. Ideologi ini, yang dicirikan oleh sentimen anti-Amerika dan anti-Israel yang kuat, berfungsi sebagai inti gagasan pemersatu di balik poros tersebut,” katanya kepada Al Jazeera.

Azizi mengatakan dua pilar pertama sekarang rusak parah, jika tidak hancur, tetapi yang ketiga tetap ada dan mungkin telah diperkuat dalam beberapa aspek.

“Situasi yang berkembang ini dapat digambarkan sebagai ‘perlawanan tanpa poros’. Yang kita amati adalah Iran berusaha untuk memperkuat garis pertahanan terdepannya di Irak dan Yaman, sementara sisa poros beroperasi pada kapasitas yang jauh berkurang dan dengan koordinasi yang jauh lebih sedikit daripada di masa lalu.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Gus Yahya: Delegasi...
Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian
Presiden Bangladesh...
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Speed Boat Hilang Kontak...
Speed Boat Hilang Kontak di Teluk Tomini: 12 Orang Ditemukan, Nahkoda Masih Dicari
Berita Terkini
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved