AS Akui Tambah Tentaranya di Suriah Jadi 2.000 sebelum Rezim Assad Runtuh

Jum'at, 20 Desember 2024 - 10:22 WIB
loading...
AS Akui Tambah Tentaranya...
Amerika Serikat akui telah menambah jumlah tentaranya di Suriah menjadi 2.000 personel sebelum rezim Bashar al-Assad runtuh. Foto/Spc Jensen Guillory/Peoples Dispatch
A A A
WASHINGTON - Pentagon mengakui telah menambah jumlah tentara Amerika Serikat (AS) di Suriah menjadi 2.000 personel sebelum rezim Bashar al-Assad runtuh.

Jumlah itu dua kali lipat dari yang telah diakui Pentagon selama berbulan-bulan.

Sekretaris Pers Pentagon Mayor Jenderal Pat Ryder mengatakan saat ini ada sekitar 2.000 tentara Amerika di Suriah.

Ryder mengeklaim peningkatan jumlah tentara itu mencakup pasukan sementara untuk persyaratan misi yang berubah-ubah dan misi mengalahkan ISIS.

Baca Juga: Putin Sindir Israel Menang Banyak di Suriah

Meski enggan merinci tanggal kapan pengerahan pasukan tambahan Amerika itu dilakukan, Ryder tidak memungkiri bahwa itu terjadi sebelum jatuhnya rezim Assad.

"Saya mengetahui jumlahnya hari ini," kata Ryder, yang dilansir Al Arabiya English, Jumat (20/12/2024).

"Sebagai seseorang yang berdiri di sini dan memberi tahu Anda 900, saya ingin memberi tahu Anda apa yang kami miliki tentang itu," ujarnya.

Sementara kepala Pentagon Lloyd Austin mengetahui jumlah sebenarnya, dia tidak meminta siapa pun untuk mencegahnya dipublikasikan.

Sebaliknya, dia mengaitkan kurangnya transparansi dengan "sensitivitas dari sudut pandang keamanan diplomatik dan operasional."

AS memiliki kemitraan dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dianggapnya penting. Hal ini ditegaskan ketika Jenderal Erik Kurilla, jenderal tertinggi AS untuk Timur Tengah, mengunjungi beberapa pangkalan di Suriah minggu lalu untuk bertemu dengan pasukan AS dan anggota SDF.

Dia kemudian melakukan perjalanan ke Irak, menekankan komitmen AS untuk mengalahkan ISIS dan mengamankan mitranya di kawasan tersebut, termasuk Irak, Yordania, Lebanon, dan Israel.

Namun, serangan Turki terhadap pasukan SDF di Manbij dan Suriah utara telah menimbulkan kekhawatiran di Washington, khususnya di Pentagon.

SDF secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat nirawak MQ-9 Reaper Amerika setelah mengira itu adalah pesawat nirawak Turki minggu lalu.

AS dan Turki sebelumnya pernah berselisih mengenai penargetan pasukan SDF. Pada Desember 2022, Direktur CIA Bill Burns dilaporkan memperingatkan koleganya dari Turki bahwa serangan udara Ankara di Suriah membahayakan pasukan AS.

Pada Oktober 2023, sebuah jet tempur F-16 Amerika menembak jatuh pesawat nirawak Turki yang memasuki zona terlarang AS kurang dari setengah kilometer dari pasukan AS.

AS telah berulang kali memperingatkan Turki tentang risiko menerbangkan pesawat nirawak di dekat personel AS.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
AS Bidik Tuan Rumah...
AS Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Berita Terkini
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved