Assad Terbangkan Uang Tunai Rp4 Triliun ke Rusia, Beratnya Hampir 2 Ton

Selasa, 17 Desember 2024 - 07:00 WIB
loading...
Assad Terbangkan Uang...
Diktator Suriah yang tumbang, Bashar al-Assad, telah terbangkan USD250 juta (lebih dari Rp4 triliun) uang tunai ke Rusia antara tahun 2018 hingga 2019. Foto/Screengrab video Al Jazeera
A A A
DAMASKUS - Diktator Suriah yang tumbang, Bashar al-Assad, telah menerbangkan sekitar USD250 juta (lebih dari Rp4 triliun) uang tunai ke Rusia antara tahun 2018 hingga 2019. Total berat uang tunai itu hampir dua ton.

Itu terungkap dalam dokumen yang diperoleh Financial Times. Uang itu telah disetorkan ke bank-bank Rusia yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat (AS).

Pemindahan uang itu terjadi di tengah meningkatnya sanksi Barat dan semakin dalamnya ketergantungan finansial rezim Assad pada Rusia untuk dukungan militer dan ekonomi.

Dokumen itu menyatakan bank sentral Suriah menerbangkan kiriman dolar AS dan euro yang beratnya hampir 2 ton ke Bandara Vnukovo di Moskow.

Baca Juga: Assad Buka Suara Pertama Kalinya dari Rusia: Suriah Sekarang dalam Genggaman Teroris

Transfer tersebut terjadi selama periode ketika Suriah, yang berjuang dengan cadangan devisa yang menipis, sangat bergantung pada dukungan militer Rusia, termasuk dukungan dari kelompok tentara bayaran Rusia; Wagner Group.

"Rezim harus membawa uang mereka ke luar negeri ke tempat yang aman agar dapat menggunakannya untuk mendapatkan kehidupan yang baik bagi rezim dan lingkaran dalamnya," kata David Schenker, mantan asisten menteri luar negeri AS untuk Urusan Timur Dekat.

Uang tunai Suriah digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pembayaran gandum, biaya militer, dan layanan pencetakan uang di Rusia.

"Ketika suatu negara dikepung dan dikenai sanksi sepenuhnya, mereka hanya memiliki uang tunai," kata seorang sumber yang mengetahui transaksi tersebut.

Investigasi Financial Times,yang dilansir Senin (16/12/2024), juga menyoroti bagaimana keluarga dan rekan Assad memindahkan aset ke Rusia.

Sejak 2013, kerabat Assad membeli sedikitnya 20 apartemen mewah di Moskow menggunakan pengaturan keuangan yang rumit.

Eyad Hamid, seorang peneliti senior di Program Pengembangan Hukum Suriah, mengatakan: "Rusia telah menjadi surga bagi keuangan rezim Assad selama bertahun-tahun," menggarisbawahi perannya sebagai pusat penghindaran sanksi.

Pejabat AS menuduh rezim Assad melakukan korupsi dan aktivitas kriminal yang meluas untuk membiayai upaya perangnya.

Departemen Keuangan AS telah memberikan sanksi kepada beberapa entitas Suriah dan Rusia yang terlibat dalam memfasilitasi transfer uang tunai ini.

Malik al-Abdeh, seorang analis Suriah, mencatat: "Negara Suriah dapat membayar negara Rusia untuk intervensi militer."

Pengungkapan ini menjelaskan bagaimana rezim Assad mempertahankan dirinya secara finansial selama perang saudara Suriah yang menghancurkan sementara sanksi Barat mendorongnya lebih jauh ke orbit Moskow.

Assad, yang memerintah Suriah dengan tangan besi selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia pada 8 Desember setelah kelompok anti-rezim menguasai Damaskus dalam serangan kilat yang berlangsung kurang dari dua minggu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Presiden Ukraina Zelensky:...
Presiden Ukraina Zelensky: China Memasok Senjata ke Rusia!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved