Assad Buka Suara Pertama Kalinya dari Rusia: Suriah Sekarang dalam Genggaman Teroris

Selasa, 17 Desember 2024 - 06:26 WIB
loading...
Assad Buka Suara Pertama...
Bashar al-Assad buka suara pertama kalinya dari Rusia sejak rezimnya runtuh. Menurutnya, Suriah sekarang dalam genggaman teroris. Foto/via NDTV
A A A
MOSKOW - Presiden terguling Suriah Bashar al-Assad bicara untuk pertama kalinya dari Rusia sejak rezimnya runtuh sepekan lalu. Dalam pernyataan pertamanya, dia menyatakan Suriah telah jatuh ke tangan teroris.

Dia membantah apa yang dilakukannya sebagai tindakan melarikan diri dari negaranya. Mantan presiden berusia 59 tahun itu menggambarkannya sebagai evakuasi dari Suriah sebagai tindakan yang diperlukan, yang dipicu oleh serangan gencar pasukan oposisi dan serangan pesawat tak berawak.

“Suriah sekarang dalam genggaman terorisme,” kata Assad dalam pernyataan hari Senin dari Rusia, tempat dia dipindahkan akibat intervensi Moskow.

Baca Juga: Aneh, Mengapa Pemberontak Anti-Rezim Assad Diam Saja saat Israel Menginvasi Suriah

Bashar al-Assad berkuasa pada tahun 2000, menggantikan ayahnya, Hafez al-Assad, yang memerintah Suriah dengan cengkeraman besi selama hampir tiga dekade.

Dalam pernyataan yang dibagikan di saluran Telegram Kepresidenan Suriah, Assad membantah spekulasi bahwa kepergiannya direncanakan atau melibatkan niat untuk melepaskan kekuasaan.

"Ketika terorisme menyebar di seluruh Suriah dan akhirnya mencapai Damaskus pada Sabtu malam, 7 Desember 2024, muncul pertanyaan tentang nasib dan keberadaan presiden. Ini terjadi di tengah banjir informasi yang salah dan narasi yang jauh dari kebenaran, yang bertujuan untuk mengubah terorisme internasional menjadi revolusi pembebasan bagi Suriah," bunyi pernyataan tersebut.

Pemerintahan Assad yang dulunya dianggap tak tergoyahkan, runtuh pada tanggal 8 Desember di bawah tekanan serangan cepat yang dipimpin oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra yang berafiliasi dengan kelompok teroris al-Qaeda, dan faksi-faksi sekutunya.

Assad mengungkapkan bahwa dia meninggalkan Damaskus pada 8 Desember saat pasukan oposisi maju ke ibu kota.

Evakuasinya ke Rusia menyusul serangan pesawat nirawak di pangkalan udara Khmeimim yang dikuasai Rusia di Latakia.

Assad mengatakan dia mengawasi operasi tempur dari Latakia setelah melarikan diri dari Damaskus tetapi mengakui bahwa semua posisi militer telah runtuh.

"Karena tidak ada cara yang layak untuk meninggalkan pangkalan, Moskow meminta komando pangkalan untuk mengatur evakuasi segera ke Rusia pada malam hari Minggu tanggal 8 Desember. Ini terjadi sehari setelah jatuhnya Damaskus, menyusul runtuhnya posisi militer terakhir dan kelumpuhan yang diakibatkannya pada semua lembaga negara yang tersisa," imbuh peryataan Assad.

"Tidak ada satu pun momen selama peristiwa ini yang membuat saya berpikir untuk mengundurkan diri atau mencari perlindungan, dan tidak ada pula usulan yang diajukan oleh individu atau partai mana pun. Satu-satunya tindakan yang dapat dilakukan adalah terus berjuang melawan serangan teroris," paparnya.

Sekarang dalam pengasingan di Moskow, Assad menambahkan bahwa rasa memiliki yang mendalam terhadap Suriah tetap tidak tergoyahkan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Berita Terkini
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Infografis
3 Fakta Ukraina Tak...
3 Fakta Ukraina Tak Memiliki Masa Depan dalam Konflik Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved