Rusia Negosiasi dengan Rezim Baru Suriah soal Pangkalan Militer

Minggu, 15 Desember 2024 - 08:45 WIB
loading...
Rusia Negosiasi dengan...
Pangkalan militer Rusia di Hmeymim, Latakia, Suriah. Foto/Kementerian Pertahanan Rusia/Anadolu Agency
A A A
MOSKOW - Rusia bernegosiasi dengan otoritas Suriah yang baru untuk mempertahankan dua pangkalan militernya di negara itu, di Tartus dan Khmeimim.

Moskow dan oposisi Suriah yang merebut kekuasaan di negara itu akhir pekan lalu saat ini sedang mendiskusikan "mempertahankan kehadiran Rusia di Suriah dan statusnya sebelumnya," menurut sumber-sumber kantor berita TASS yang dilaporkan mengetahui negosiasi tersebut.

"Pihak Rusia telah mendapatkan jaminan keamanan sementara, sehingga pangkalan-pangkalan militer tersebut beroperasi seperti biasa," ungkap sumber tersebut.

Pada tanggal 9 Desember, sumber TASS melaporkan sehari sebelumnya, formasi bersenjata dari lawan-lawan Presiden Bashar Assad saat itu telah menguasai penuh provinsi-provinsi tempat pangkalan-pangkalan Rusia berada, tetapi belum menyerbu salah satu kompleks tersebut.

Situasi di Suriah telah memburuk dengan cepat selama dua pekan terakhir, sejak sejumlah pasukan yang dipimpin kelompok Hayat Tahrir-al-Sham (HTS) melancarkan serangan terhadap pasukan negara itu, mengambil alih kota-kota besar dan berakhir di Damaskus.

Setelah runtuhnya militer Suriah, Assad melarikan diri dari negara itu, dan diberi suaka di Rusia.

Menurut pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov, diplomat Rusia telah membahas beberapa masalah dengan komite politik HTS, termasuk "memastikan keamanan misi diplomatik kami dan warga negara Rusia yang berada di wilayah Suriah."

Pada tahun 2017, Moskow dan Damaskus menyetujui penempatan pasukan Rusia di pangkalan Tartus dan Khmeimim selama 49 tahun berikutnya.

Baca juga: Suriah Minta Bantuan Dunia untuk Melawan Agresi Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Pangeran Harry Siapkan...
Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
Berita Terkini
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved