Rusia Kemasi Aset Tempurnya di Suriah, Bersiap Angkut Sistem Rudal S-400

Sabtu, 14 Desember 2024 - 08:33 WIB
loading...
Rusia Kemasi Aset Tempurnya...
Rusia kemasi aset tempurnya di Suriah setelah rezim Bashar al-Assad tumbang. Sistem rudal S-400 terlihat siap diangkut pergi. Foto/X @NOELreports
A A A
DAMASKUS - Citra satelit yang dirilis Maxar menunjukkan pasukan Rusia mengemasi peralatan tempur mereka di pangkalan udaranya di Suriah. Salah satu aset yang dipersiapkan untuk diangkut dengan pesawat kargo besar adalah sistem pertahanan rudal S-400.

Pemandangan ini muncul setelah rezim Bashar al-Assad ditumbangkan oleh kelompok pemberontak. Assad bersama keluarganya telah melarikan diri ke Rusia.

Gambar yang diambil pada hari Jumat menunjukkan setidaknya dua Antonov AN-124, salah satu pesawat kargo terbesar di dunia, dengan kerucut hidung terbuka berada di Pangkalan Udara Khmeimim di Latakia, Suriah.

“Dua pesawat angkut berat An-124 berada di lapangan terbang—keduanya dengan kerucut hidung terangkat dan siap memuat peralatan/kargo,” kata Maxar.

Baca Juga: Aneh, Mengapa Pemberontak Anti-Rezim Assad Diam Saja saat Israel Menginvasi Suriah

“Di dekatnya, sebuah helikopter serang Ka-52 sedang dibongkar dan kemungkinan disiapkan untuk transportasi sementara elemen unit pertahanan udara S-400 juga bersiap untuk berangkat dari lokasi penempatan sebelumnya di pangkalan udara tersebut,” lanjut Maxar, seperti dikutip Reuters, Sabtu (14/12/2024).

“Pangkalan Angkatan Laut Rusia di Tartous, satu-satunya pusat perbaikan dan pengisian ulang Rusia di Mediterania, sebagian besar tetap tidak berubah sejak liputan citra kami pada 10 Desember dengan dua fregat terus diamati di lepas pantai Tartous,” imbuh Maxar.

Jurnalis Channel 4 melaporkan bahwa mereka telah melihat konvoi lebih dari 150 kendaraan militer Rusia bergerak di sepanjang jalan.

Media Imggris itu melaporkan militer Rusia bergerak dengan tertib dan tampaknya telah terjadi kesepakatan yang memungkinkan Rusia keluar dari Suriah dengan tertib.

Kementerian Pertahanan Rusia belum bersedia berkomentar.

Moskow telah mendukung Suriah sejak awal Perang Dingin, mengakui kemerdekaannya pada tahun 1944 saat Damaskus berusaha melepaskan diri dari kekuasaan kolonial Prancis. Barat telah lama menganggap Suriah sebagai satelit Soviet.

Kremlin mengatakan fokusnya sejak jatuhnya Assad adalah untuk memastikan keamanan pangkalan militernya di Suriah dan misi diplomatiknya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
Berita Terkini
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved