Ambisi Israel Raya Berlanjut, Tentara Zionis Invasi Suriah setelah Bashar al-Assad Lengser

Rabu, 11 Desember 2024 - 20:11 WIB
loading...
Ambisi Israel Raya Berlanjut,...
Zionis menginvasi Suriah setelah Bashar Al Assad lengser. Foto/X/@HKX417
A A A
DAMASKUS - Konsep ambisius ‘ Israel Raya’ kembali menjadi perbincangan setelah invasi militer yang dilakukan tentara Tel Aviv ke Suriah. Momen ini dilakukan tak lama setelah rezim pemerintah Presiden Bashar al-Assad runtuh.

Diberitakan sebelumnya, Israel memindahkan pasukan ke zona penyangga demiliterisasi di Dataran Tinggi Golan yang diduduki pada Minggu (8/12). Pemindahan pasukan Tel Aviv dilakukan tepat setelah pasukan pemberontak di Suriah merebut Damaskus dan membuat Assad melarikan diri ke Rusia.

Pada sebuah pernyataan video yang tersebar di media sosial, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa perjanjian Israel-Suriah tahun 1974 untuk membangun jalur demiliterisasi seharusnya batal begitu pasukan Suriah meninggalkan posisi mereka. Setelahnya, tentara Israel bergerak melewati zona penyangga dalam sebuah operasi yang disebut Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bertujuan menciptakan wilayah keamanan baru yang bebas dari infrastruktur teroris.

Tindakan sembrono Israel tersebut dikecam keras negara-negara Arab di sekitar Suriah. Beberapa pihak bahkan mengungkap kemungkinan bahwa negara Yahudi itu sedang berupaya mewujudkan sebuah konsep ambisius yang disebutnya ‘Israel Raya’.

Baca Juga: Israel Caplok Dataran Tinggi Golan di Suriah, Arab Saudi Marah Besar!

Ambisi Israel Raya

Ambisi ‘Israel’ Raya mengacu pada gagasan perluasan wilayah dan kedaulatan negara Yahudi Israel. Sebaran wilayahnya mencakup dari interpretasi orang-orang Israel mengenai gambaran tanah bersejarahnya dalam Alkitab.

Pada penyebutannya, konsep tersebut juga dikenali sebagai rencana Zionis untuk Timur Tengah. Bapak Zionisme, Theodore Herzl, menjelaskan bahwa istilah tersebut mengacu sebagai negara Yahudi yang akan terbentang dari Sungai Mesir hingga Sungai Eufrat.

Artinya, wilayah yang dimaksud dalam konsep itu nantinya termasuk Palestina, Lebanon Selatan sampai ke Sidon dan Sungai Litani, Dataran Tinggi Golan Suriah sampai Dataran Hauran dan Deraa, Jalur Kereta Api Hejaz dari Deraa ke Amman, Yordania serta Teluk Aqaba.

Melihat ke belakang, Israel sepertinya mulai berupaya mewujudkan ambisi tersebut. Meski belum selesai dengan Palestina, mereka sebelumnya lebih dulu melakukan invasi ke Lebanon dengan dalih menumpas serdadu Hizbullah.

Terbaru, Suriah menjadi sasaran usai digulingkannya rezim Bashar al-Assad oleh kubu oposisi di sana. Memanfaatkan momentum yang mungkin tidak datang berkali-kali, Tel Aviv dengan seenaknya menyebut perjanjian Israel-Suriah tahun 1974 untuk membangun jalur demiliterisasi tidak berlaku lagi setelah pasukan Damaskus meninggalkan posisi mereka.

Rencana Perluasan Israel sampai Damaskus

Pada Oktober 2024 lalu, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menuai sorotan usai membuat pernyataan kontroversi. Mengutip MiddleEastMonitor, dalam sebuah wawancara untuk film dokumenter yang diproduksi dan ditayangkan oleh saluran berbahasa Prancis Arte, berjudul “Israel: Extremists in Power”, ia mengungkap potensi negaranya dalam mengejar proyek 'Israel Raya'.

Saat ditanya kemungkinan Israel bermaksud memperluas kedaulatannya yang saat ini dimulai di laut Mediterania dan berakhir di sungai Yordania, Smotrich tersenyum dan berkata “oke, sedikit demi sedikit”.

Kemudian, Smotrich menyatakan bahwa "tertulis masa depan Yerusalem akan meluas hingga Damaskus". Ia menambahkan dengan nada mengancam "hanya Yerusalem hingga Damaskus".

Dokumenter tersebut kemudian merinci rencana Smotrich beserta ekstremis sayap kanan Israel lainnya guna memperluas status kenegaraan Israel hingga ke Yordania, Lebanon, Mesir, Suriah, Irak, bahkan Arab Saudi.

Demikian ulasan mengenai ambisi Israel Raya yang berlanjut usai invasi Tel Aviv ke Suriah.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
ISIS Berupaya Bunuh...
ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Pasukan AS Mundur dari...
Pasukan AS Mundur dari Pangkalan Utama Suriah, Pindah ke Yordania
Pemerintahan Trump Pertimbangkan...
Pemerintahan Trump Pertimbangkan Penarikan Penuh Pasukan AS dari Suriah
Pemerintah Suriah dan...
Pemerintah Suriah dan Pasukan Kurdi SDF Sepakat Gencatan Senjata 4 Hari
SDF: 1.500 Anggota ISIS...
SDF: 1.500 Anggota ISIS Kabur dari Penjara Shaddadi Suriah
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi...
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir
Rekomendasi
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Berita Terkini
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Infografis
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Rayakan Tumbangnya Bashar Al Assad di Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved