Tantangan Berat Menanti PM Baru Jepang
Selasa, 01 September 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Sampai 27 Agustus, Jepang telah merawat 63.822 pasien Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 1.209 orang. Angka itu masih relatif rendah dibandingkan negara-negara maju lainnya. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Jepang terhambat, bahkan menurun sebesar 27,8% pada kuartal kedua (Q2). Penurunan sebesar itu tidak pernah terjadi sejak 1945.
Dalam skenario Abe resmi mengundurkan diri, Jepang sudah menyiapkan sejumlah kandidat pengganti. Salah satunya anggota termuda kabinet yang sangat dipercaya Abe, Toshimitsu Motegi. Motegi saat ini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang dan menjadi kepala negosiasi kesepakatan perdagangan bebas antara Jepang dan Amerika Serikat (AS). (Baca juga: Gubernur Anies Bikin Bank DKI Borong Penghargaan)
Selain Motegi, kandidat lain yang berpotensi menggantikan Abe ialah Menteri Kesehatan (Menkes) Jepang Katsunobu Kato, Menteri Lingkungan Shinjiro Koizumi, Menteri Pertahanan Taro Kono, dan mantan Menlu serta mantan Kepala Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jepang Yohei Kono. Tokoh-tokoh seperti mantan Menteri Ekonomi Perdagangan dan Industri Yuko Obuchi, anak mantan PM Keizo Obuchi, juga berpotensi dicalonkan.
Dua politisi senior Jepang, yakni Yoshihide Suga dan Shigeru Ishiba, juga banyak diperbincangkan publik sebagai figur sepadan menggantikan Abe. Suga saat ini menjabat Kepala Kabinet Jepang, sedangkan Ishiba merupakan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) LDP dan lawan politik terkuat Abe selama pemilihan presiden (pilpres) sebelumnya.
Dari sederet nama itu, Motegi merupakan kandidat paling banyak diperbincangkan di media massa lokal. Salah satu keunggulannya adalah Motegi tidak hanya sukses mempersatukan berbagai faksi yang bisa menyelamatkan Jepang di tengah pandemi, tapi juga mendapatkan dukungan dari tokoh terkemuka Jepang, Wakil PM dan Menteri Keuangan Taro Aso. Dia juga selalu menimbang berbagai kepentingan secara seimbang. (Lihat videonya: Seorang Pemuda jadi Korban Penembakan di Jakarta Utara)
Wacana penunjukan Motegi sebagai PM penerus Abe tidak muncul mendadak, tapi sudah ada sejak awal tahun ini menyusul masa jabatan Abe akan segera habis. Namun, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Motegi ialah masih kurangnya kepercayaan dari Kepala Dewan Jenderal LDP Wataru Takeshita. Dalam dua tahun terakhir, Motegi telah menyita perhatian publik dan media karena sukses mengampanyekan diplomasi berdampak. (Muh Shamil)
Dalam skenario Abe resmi mengundurkan diri, Jepang sudah menyiapkan sejumlah kandidat pengganti. Salah satunya anggota termuda kabinet yang sangat dipercaya Abe, Toshimitsu Motegi. Motegi saat ini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang dan menjadi kepala negosiasi kesepakatan perdagangan bebas antara Jepang dan Amerika Serikat (AS). (Baca juga: Gubernur Anies Bikin Bank DKI Borong Penghargaan)
Selain Motegi, kandidat lain yang berpotensi menggantikan Abe ialah Menteri Kesehatan (Menkes) Jepang Katsunobu Kato, Menteri Lingkungan Shinjiro Koizumi, Menteri Pertahanan Taro Kono, dan mantan Menlu serta mantan Kepala Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jepang Yohei Kono. Tokoh-tokoh seperti mantan Menteri Ekonomi Perdagangan dan Industri Yuko Obuchi, anak mantan PM Keizo Obuchi, juga berpotensi dicalonkan.
Dua politisi senior Jepang, yakni Yoshihide Suga dan Shigeru Ishiba, juga banyak diperbincangkan publik sebagai figur sepadan menggantikan Abe. Suga saat ini menjabat Kepala Kabinet Jepang, sedangkan Ishiba merupakan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) LDP dan lawan politik terkuat Abe selama pemilihan presiden (pilpres) sebelumnya.
Dari sederet nama itu, Motegi merupakan kandidat paling banyak diperbincangkan di media massa lokal. Salah satu keunggulannya adalah Motegi tidak hanya sukses mempersatukan berbagai faksi yang bisa menyelamatkan Jepang di tengah pandemi, tapi juga mendapatkan dukungan dari tokoh terkemuka Jepang, Wakil PM dan Menteri Keuangan Taro Aso. Dia juga selalu menimbang berbagai kepentingan secara seimbang. (Lihat videonya: Seorang Pemuda jadi Korban Penembakan di Jakarta Utara)
Wacana penunjukan Motegi sebagai PM penerus Abe tidak muncul mendadak, tapi sudah ada sejak awal tahun ini menyusul masa jabatan Abe akan segera habis. Namun, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Motegi ialah masih kurangnya kepercayaan dari Kepala Dewan Jenderal LDP Wataru Takeshita. Dalam dua tahun terakhir, Motegi telah menyita perhatian publik dan media karena sukses mengampanyekan diplomasi berdampak. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :