Rezim Assad Tumbang, Israel Berharap Temukan Jasad Legenda Mossad Eli Cohen

Senin, 09 Desember 2024 - 10:48 WIB
loading...
Rezim Assad Tumbang,...
Eli Cohen, mata-mata terkenal Mossad yang digantung rezim Suriah tahun 1965. Israel berharap temukan jasadnya setelah rezim Bashar al-Assad tumbang. Foto/Kan11
A A A
TEL AVIV - Rezim Zionis berharap dapat menemukan jenazah legenda mata-mata Mossad Eli Cohen dan beberapa warga Israel lainnya setelah tumbangnya rezim pemerintah Bashar al-Assad pada hari Minggu.

Eli Cohen adalah mata-mata terkenal Mossad yang berhasil menyusup ke internal pemerintah Suriah di era Presien Hafez al-Assad, ayah presiden terguling Bashar al-Assad, tahun 1965.

Sepak terjang Cohen pada akhirnya terendus. Dia kemudian ditangkap dan digantung. Sejak itu, Suriah menolak menyerahkan jasad mata-mata Mossad tersebut.

Baca Juga: Mossad Ungkap Bagaimana Legenda Mata-mata Eli Cohen Ditangkap Suriah

Menjelang tumbangnya rezim Assad, pada hari Jumat, yang menandai seratus tahun kelahiran Cohen, kepala Mossad David Barnea menulis pesan yang menekankan pentingnya memulangkan jenazah mata-mata tersebut.

"Dengan kejadian baru-baru ini di Suriah, saya harap Israel memahami bahwa ini adalah waktu yang tepat," katanya.

Nadia Cohen, janda Cohen, menyatakan optimisme bahwa penggulingan Assad dapat membawa akhir.

"Sejak ketidakstabilan Suriah dimulai, saya mendesak Mossad untuk menyelesaikan masalah ini dan membawa Eli pulang untuk dimakamkan," katanya kepada Ynet, Senin (9/12/2024).

Nadia mengaku pernah mengajukan permohonan secara pribadi kepada Bashar al-Assad di masa lalu untuk menyerahkan jenazah mendiang suaminya. Namun, Assad saat itu tetap menolak.

"Dia berkata Eli akan kembali 'ketika saatnya tiba'. Mungkin sekaranglah saatnya," kata Nadia.

"Saya tidak ingin jenazah Eli ditinggalkan di Suriah. Kerusuhan di sana dapat menguntungkan kita. Saya mendoakan perdamaian bagi rakyat Suriah dan kita dan berharap kesempatan ini akan membawa jenazah Eli dikembalikan ke Israel sehingga dia dapat beristirahat dengan tenang. Setelah bertahun-tahun, saya juga akhirnya akan menemukan kedamaian. Saya belum melupakannya sedetik pun, dan hampir 60 tahun telah berlalu sejak dia digantung," imbuh Nadia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
5 Alasan Perseteruan...
5 Alasan Perseteruan AS dan Israel, Netanyahu Tak Bisa Dikendalikan
Gagal Minta Pertanggungjawaban...
Gagal Minta Pertanggungjawaban Israel, Iran Kecam Dewan Keamanan PBB
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon dan Gaza Meski Netanyahu Dimarahi Trump
Balas Dendam, Iran Serang...
Balas Dendam, Iran Serang Kapal Kargo AS-Israel MSC Sariska
Trump Damprat Netanyahu:...
Trump Damprat Netanyahu: 'Kau Benar-benar Gila, Kau Sudah Dipenjara Kalau Bukan karena Aku'
Israel Rebut Kastil...
Israel Rebut Kastil Beaufort di Nabatieh, Situs Bersejarah Strategis Milik Lebanon
Rusia Bombardir Ukraina...
Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, Tewaskan Setidaknya 11 Orang
Trump Blak-blakan kepada...
Trump Blak-blakan kepada Netanyahu: Semua Orang Benci Anda Sekarang!
Rekomendasi
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved