Rezim Assad Tumbang, Israel Berharap Temukan Jasad Legenda Mossad Eli Cohen
Senin, 09 Desember 2024 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
Dua tentara Israel Yehuda Katz dan Zvi Feldman hilang sejak dalam Pertempuran Sultan Yacoub di Lebanon pada tahun 1982. Keluarga mereka juga berharap tumbangnya rezim Assad menjadi kesempatan langka untuk mencapai resolusi.
Saudari Katz, Frehia Hyman, mengatakan pemberontakan di Suriah memberikan harapan baru.
“Kami memiliki banyak harapan. Kami telah melihat tahanan Lebanon dibebaskan, jadi saya terus memeriksa rekaman untuk melihat apakah Yehuda ada di antara mereka,” kata Frehia, mengingat tanda-tanda bahwa Katz ditangkap hidup-hidup dan mencatat bahwa komandan tanknya dipulangkan oleh Suriah.
“Ini bisa menjadi titik balik yang serius, tetapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi besok," paparnya.
Namun, dia menyuarakan rasa frustrasinya terhadap otoritas Israel.
“Saya tidak percaya pada negara. Selama 43 tahun, kami diperlakukan seperti musuh. Namun kemungkinan menemukan Yehuda bukanlah hal yang mustahil—kami telah melihat tahanan dibebaskan setelah puluhan tahun," katanya.
Meskipun waktu telah berlalu, keluarga tersebut optimistis.
“Saya membayangkan kepulangannya—memeluknya, tersenyum padanya. Keluarga kami selalu optimistis. Begitu banyak waktu telah berlalu, tetapi dia masih adik laki-laki saya,” katanya.
“Orang tua kami meninggal tanpa ada kejelasan ini, tetapi saya berharap mereka melihat dari atas.”
Adik Feldman, Anat, menyuarakan sentimen serupa.
“Peristiwa di Suriah adalah kesempatan langka. Kami berharap ini akan membawa Zvika pulang,” katanya.
Saudari Katz, Frehia Hyman, mengatakan pemberontakan di Suriah memberikan harapan baru.
“Kami memiliki banyak harapan. Kami telah melihat tahanan Lebanon dibebaskan, jadi saya terus memeriksa rekaman untuk melihat apakah Yehuda ada di antara mereka,” kata Frehia, mengingat tanda-tanda bahwa Katz ditangkap hidup-hidup dan mencatat bahwa komandan tanknya dipulangkan oleh Suriah.
“Ini bisa menjadi titik balik yang serius, tetapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi besok," paparnya.
Namun, dia menyuarakan rasa frustrasinya terhadap otoritas Israel.
“Saya tidak percaya pada negara. Selama 43 tahun, kami diperlakukan seperti musuh. Namun kemungkinan menemukan Yehuda bukanlah hal yang mustahil—kami telah melihat tahanan dibebaskan setelah puluhan tahun," katanya.
Meskipun waktu telah berlalu, keluarga tersebut optimistis.
“Saya membayangkan kepulangannya—memeluknya, tersenyum padanya. Keluarga kami selalu optimistis. Begitu banyak waktu telah berlalu, tetapi dia masih adik laki-laki saya,” katanya.
“Orang tua kami meninggal tanpa ada kejelasan ini, tetapi saya berharap mereka melihat dari atas.”
Adik Feldman, Anat, menyuarakan sentimen serupa.
“Peristiwa di Suriah adalah kesempatan langka. Kami berharap ini akan membawa Zvika pulang,” katanya.
Lihat Juga :