2 Negara yang Ingin Indonesia Segera Masuk BRICS, Siapa Saja Itu?

Jum'at, 06 Desember 2024 - 15:58 WIB
loading...
2 Negara yang Ingin...
Rusia dan China, dua negara yang ingin Indonesia segera masuk BRICS. Foto/Instagram @sugiono_56
A A A
JAKARTA - BRICS yang tengah berkembang telah menarik minat sejumlah negara untuk ikut bergabung, termasuk Indonesia. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan lebih dari 30 negara telah menyatakan keinginan untuk bergabung dengan kelompok ekonomi tersebut.

Indonesia telah menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan kelompok ekonomi berkembang utama BRICS. Mengingat blok tersebut adalah penyumbang 35% ekonomi global.

Dilansir dari Reuters pada 25 Oktober 2024, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan bahwa proses untuk bergabung dengan kelompok tersebut telah dimulai.

Baca Juga: Rusia Bersedia Akhiri Perang dengan Ukraina, Ini 3 Syaratnya

Disebutkan juga jika BRICS sesuai dengan program utama pemerintah Presiden Prabowo Subianto, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan energi, pengentasan kemiskinan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Kementerian itu menambahkan bahwa Indonesia melihatBRICS sebagai "kendaraan" untuk memajukan kepentingan negara-negara di belahan bumi selatan.

Meski niat Indonesia untuk bergabung dengan BRICS masih dalam proses, terdapat dua negara yang menyambut baik bahkan memintanya segera bergabung.

2 Negara yang Ingin Indonesia Segera Masuk BRICS

1. Rusia


Rusia secara langsung mendukung Indonesia untuk bergabung dengan BRICS. Namun, keputusan bergabung atau tidaknya Indonesia dengan BRICS bergantung pada negara anggota lainnya.

“Sekali lagi, BRICS adalah asosiasi multilateral, kita perlu konsensus bersama,” kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov saat memberikan pernyataan resmi di Kedutaan Besar Rusia, Oktober lalu.

Dubes Tolchenov menyatakan pembicaraan mengenai kemungkinan Indonesia bergabung dengan BRICS sudah berlangsung lama. Bagi Rusia, Indonesia merupakan kandidat yang cukup bagus.

Indonesia, katanya, merupakan negara yang solid dan besar.

Menurutnya, kehadiran perwakilan Indonesia pada KTT BRICS di Kazan sesuai dengan janji Prabowo kepada Putin pada pertemuan Juli lalu. Saat itu, Prabowo mengatakan akan mengirimkan delegasi ke pertemuan KTT BRICS.

Saat ditanya kapan Indonesia akan menjadi anggota penuh? Diplomat Rusia itu menegaskan tidak ada target atau jangka waktu tersebut. Namun yang pasti Indonesia telah menyampaikan surat pernyataan keinginan resmi untuk menjadi anggota sebagai salah satu syarat penting keanggotaan.

Dubes Tolchenov juga menyampaikan sejumlah keuntungan bagi Indonesia jika bergabung dengan BRICS. Salah satunyapeningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan antarsesama anggota BRICS.

2. China


Juru bicara Kementerian Luar NegeriChina Lin Jian menyambut baik keinginan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS, koalisi negara-negara ekonomi berkembang.

Dia juga menggambarkan BRICS sebagai "mekanisme terbuka dan inklusif" yang mendorong mitra-mitra yang memiliki pemikiran serupa, termasuk Indonesia, untuk bergabung.

"BRICS telah berkembang sebagai kekuatan positif yang menstabilkan kerja sama global di antara negara-negara ekonomi berkembang," katanya, Oktober lalu, menyoroti signifikansi Indonesia sebagai negara ekonomi berkembang utama.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia versi THE WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved