Sejumlah Pejabat China Terjerat Skandal Keuangan, Sektor Perbankan Terguncang

Kamis, 05 Desember 2024 - 12:07 WIB
loading...
A A A
Selain itu, Administrasi Regulasi Keuangan Nasional (NFRA) didirikan untuk menegakkan peraturan yang lebih ketat. Pada tahun 2024, NFRA mendenda China Construction Bank, Bank of China, dan China CITIC Bank dengan total USD1,37 juta untuk berbagai pelanggaran, yang menyoroti fokus pemerintah untuk mengatasi kelemahan dalam kontrol internal dan manajemen sistem informasi.

Namun, para kritikus berpendapat bahwa tindakan pemerintah China tidak memadai. Mereka berpendapat tindakan hukuman saja tidak cukup untuk mengatasi akar penyebab korupsi. Masalah struktural, seperti kurangnya transparansi dan akuntabilitas, masih belum teratasi.

Penangkapan eksekutif secara sederhana tidak akan mencegah terjadinya pelanggaran di masa mendatang jika kelemahan sistemik masih ada.

Reformasi Struktural


Sebuah laporan penting The Economist membahas tantangan yang sedang berlangsung di sektor perbankan China, dengan mencatat bagaimana investigasi korupsi sering kali mengungkap jaringan penipuan yang luas.

Media pemerintah telah memperingatkan bahwa sektor tersebut dipenuhi "ngengat" dan "hantu internal”, yang pelanggarannya mengancam stabilitas. Bank-bank yang lebih kecil, khususnya, telah dicap sebagai titik rawan korupsi.

Meski reformasi pemerintahan Xi, seperti pembentukan CFC dan NFRA, merupakan langkah ke arah yang benar, memulihkan kepercayaan publik terhadap sektor perbankan China akan memerlukan lebih dari sekadar tindakan hukuman.

Reformasi struktural yang lebih mendalam, transparansi yang lebih besar, dan kontrol internal yang lebih kuat sangat penting untuk mencegah skandal di masa mendatang dan memastikan stabilitas jangka panjang perbankan China.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved