Profil Presiden Suriah Bashar al-Assad: Musuh AS yang Hadapi Upaya Penggulingan selama 1 Dekade

Senin, 02 Desember 2024 - 08:05 WIB
loading...
A A A

Kepresidenan Assad


Ketika Hafez al-Assad meninggal pada tanggal 10 Juni 2000, Parlemen Suriah dengan cepat mengubah konstitusi untuk menurunkan usia minimum bagi calon presiden dari 40 menjadi 34 tahun, sehingga putra Hafez al-Assad, Bashar al-Assad, memenuhi syarat untuk menduduki jabatan tersebut.

Dia resmi menjabat pada 11 Juli 2000, menjadi pemimpin Partai Ba'ath dan panglima tertinggi militer.

Dia terpilih sebagai presiden dengan lebih dari 97 persen suara.

Dalam pidato pelantikannya, dia menolak demokrasi ala Barat sebagai model bagi Suriah.

Meskipun banyak warga Suriah merasa tidak nyaman dengan pengalihan kekuasaan dari ayah ke anak, masa muda, pendidikan, dan pengalaman Bashar al-Assad di Barat membangkitkan harapan akan perubahan.

Namun, rezimnya sebagian besar mempertahankan praktik otoriter yang sama, dengan negara yang dijaga ketat oleh polisi dan ekonomi yang sedang berjuang yang bergantung pada sumber daya minyak yang semakin menipis.

Dia mempertahankan sikap garis keras ayahnya terhadap konflik Suriah dengan Israel dan menentang invasi AS ke Irak, dengan menggunakan retorika anti-Barat.

Pada tahun 2005, Bashar al-Assad menyingkirkan para pembantu ayahnya dan menggantinya dengan wajah-wajah yang lebih muda, sering kali anggota keluarga.

Setelah pembunuhan Perdana Menteri Lebanon Rafik Hariri pada tahun 2005, Assad menarik pasukan Suriah dari Lebanon di bawah tekanan internasional, meskipun keterlibatan Suriah dalam pembunuhan itu tidak pernah terbukti secara meyakinkan.

Pada tahun 2007, Assad terpilih kembali dalam Pemilu yang banyak dikritik dan berusaha memperbaiki hubungan dengan kekuatan regional seperti Arab Saudi dan Turki, meskipun Suriah sebagian besar tetap terisolasi.

Ketegangan dengan Lebanon


Bashar al-Assad menghadapi hubungan yang tidak stabil dengan Israel, yang memperburuk hubungan dengan Lebanon dan ketegangan dengan Turki atas hak atas air.

Pada tahun 2000, dia mulai menarik pasukan Suriah dari Lebanon yang telah berada di negara itu sejak tahun 1976. Pasukan Suriah memasuki Lebanon pada tahun 1976 selama perang saudara Lebanon.

Penarikan tentara dipercepat ketika Suriah dituduh terlibat dalam pembunuhan mantan Perdana Menteri Lebanon MMenteri Rafik Hariri.

Kematian Hariri memicu pemberontakan publik di Lebanon dan tekanan internasional terhadap Suriah untuk menarik pasukannya.

Assad membantah terlibat, dengan mengatakan bahwa jika warga Suriah terbukti bertanggung jawab, mereka akan dianggap pengkhianat dan menghadapi konsekuensi hukum.

"Jika penyelidikan PBB menyimpulkan warga Suriah terlibat, orang-orang itu akan dianggap sebagai pengkhianat yang akan didakwa dengan pengkhianatan dan menghadapi pengadilan internasional atau proses peradilan Suriah," katanya seperti dikutip oleh CNN.

Reaksi keras di Lebanon menyebabkan ratusan ribu orang berunjuk rasa di Beirut, menuntut diakhirinya pengaruh Suriah.

Pada tanggal 26 April 2005, Suriah menarik tentaranya yang terakhir dari Lebanon.

Kerusuhan Sipil 2011 di Suriah


Pada bulan Maret 2011, protes massal pecah di Suriah, yang terinspirasi oleh gerakan Arab Spring.

Bashar al-Assad awalnya menawarkan reformasi, seperti menghapus undang-undang darurat dan membebaskan tahanan politik, tetapi kekerasan terhadap pengunjuk rasa meningkat.

Pemerintah mengerahkan pasukan dan tank, sementara Assad mengeklaim Suriah adalah korban konspirasi internasional.

Pada September 2011, kelompok oposisi bersenjata memperoleh momentum, yang menyebabkan perang saudara pada pertengahan 2012.

Pada Juli 2012, lingkaran dalam Assad mengalami pukulan telak ketika beberapa pejabat senior tewas dalam sebuah pengeboman.

Ketika perang semakin memanas, kedua belah pihak menerima dukungan dari sekutu internasional.

Pada Agustus 2013, serangan yang melibatkan senjata kimia di dekat Damaskus menewaskan ratusan orang, yang menyebabkan seruan untuk aksi militer internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Tegas! Wali Kota New...
Tegas! Wali Kota New York Zohran Mamdani: Netanyahu Penjahat Perang!
Rekomendasi
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
Profil Brigitte: Ibu...
Profil Brigitte: Ibu Negara Prancis yang Tampar Presiden Macron
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved