Tak Hanya Kiev, Rudal Oreshnik Rusia Bisa Hantam Kantor Presiden Ukraina Zelensky

Sabtu, 30 November 2024 - 13:01 WIB
loading...
Tak Hanya Kiev, Rudal...
Gedung kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev. Foto/Hakan Henriksson/Narking
A A A
MOSKOW - Moskow dapat menggunakan rudal balistik Oreshnik terbarunya untuk menyerang kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev, menurut seorang anggota parlemen senior Rusia Aleksey Zhuravlyov.

Rusia mengungkapkan Oreshnik kepada dunia pada 21 November, ketika rudal itu digunakan untuk menyerang pabrik senjata di kota Dnepr, Ukraina.

Presiden Vladimir Putin mengatakan serangan itu merupakan respons terhadap serangan Ukraina jauh di dalam Rusia dengan rudal yang dipasok Barat, seperti ATACMS dan Storm Shadow/SCALP-EG.

“Saya yakin Kementerian Pertahanan Rusia telah menyusun daftar target yang layak di wilayah Ukraina,” tulis Zhuravlyov, yang merupakan wakil ketua pertama komite pertahanan parlemen, di saluran Telegramnya pada hari Kamis (29/11/2024).

“Ada kantor presiden di Jalan Bankovaya (di Kiev), tempat Zelensky bersembunyi di bunker selama hari-hari pertama (konflik). Saya bahkan penasaran apakah Oreshnik dapat menghancurkan bunker yang tidak dapat ditembus ini,” tulis dia.

Zhuravlyov mengatakan markas besar Staf Umum Angkatan Darat Ukraina di Kiev dapat menjadi target yang cocok.

Dia menambahkan, “Rusia harus menyerang pusat logistik untuk senjata Barat di Wilayah Lviv, Pangkalan Militer Yavorov, tempat tentara bayaran Barat dilatih, jembatan di seberang Dnieper yang digunakan untuk mengangkut peralatan ke garis depan.”

Putin mengatakan pekan ini bahwa target potensial Oreshnik termasuk lokasi militer, pabrik pertahanan, dan “pusat pengambilan keputusan di Kiev.”

Pada konferensi pers selama perjalanannya ke Kazakhstan pada hari Kamis, Putin menggambarkan rudal itu sebagai senjata yang luar biasa kuat, membandingkan efeknya dengan dampak meteorit besar.

“Apa pun yang terletak di episentrum akan berubah menjadi debu,” tegas dia.

Presiden AS Joe Biden yang akan lengser secara resmi mencabut pembatasan penggunaan ATACMS oleh Ukraina awal bulan ini.

Putin menggambarkan langkah itu sebagai eskalasi berbahaya yang “mengubah sifat” konflik.

Dia berpendapat rudal canggih, seperti ATACMS, tidak dapat ditembakkan tanpa melibatkan personel Barat, yang sama saja dengan keterlibatan langsung NATO dalam konflik tersebut.

Baca juga: Terapkan Gencatan Senjata, Pemimpin Hizbullah akan Bekerja Sama dengan Militer Lebanon
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Permudah Layanan Digital,...
Permudah Layanan Digital, BPJS Kesehatan Luncurkan REHAB 3.0 dan PASTI JKN
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
Trump Frustrasi pada...
Trump Frustrasi pada Zelensky: Dia Bisa Kehilangan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved